Connect with us

Hiburan

Saingi ‘KKN di Desa Penari’, Film ‘Agak Laen’ Tembus 9 Juta Penonton

Diterbitkan

pada

Film Agak Laen tembus 9 juta penonton dalam 53 hari. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA : Film komedi ‘Agak Laen’ berhasil tembus 9 juta penonton selama pemutaran 53 hari. Jumlah ini menyaingi film horor ‘KKN di Desa Penari’ yang capai 10 juta penonton.

Film garapan sutradara Muhadkly Acho itu berhasil memikat 9.006.211 penonton. Demikian pengumuman dari Studio produksi Imajinari pada Senin (25/3/2024).

Sampai hari ke-53 tayang, 9.006.211 pasukan sudah nonton pilem Agak Laen di bioskop,” tulis akun Instagram @imajinari.id, Senin (25/3/2024).

Perolehan itu memperkokoh posisi ‘Agak Laen’ sebagai film komedi Indonesia paling laris sepanjang masa. Film ini semakin jauh melampaui Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 yang meraih 6.868.616 penonton.

Film ‘Agak Laen’ masih menduduki peringkat kedua film Indonesia terlaris dalam sejarah. Torehan 9 juta penonton itu sekaligus memangkas jarak dengan KKN di Desa Penari (2022) selaku film Indonesia terlaris sepanjang masa.

Advertisement

Namun, kemungkinan ‘Agak Laen’ mengejar 1,054 juta penonton dan menyalip KKN di Desa Penari kian menipis jika menilik tren penonton belakangan film tersebut belakangan ini.

Film komedi itu membutuhkan waktu hingga tiga minggu untuk bisa menambah satu juta penonton, tepatnya dari 8 juta menjadi 9 juta. Capaian itu menjadi sinyal bahwa tren penonton ‘Agak Laen’ sudah melandai.

Jumlah layar ‘Agak Laen’ juga berpotensi kian sedikit atau bahkan hanya tersisa segelintir sepanjang April dan musim libur Lebaran.

Hal itu disebabkan karena film-film raksasa Indonesia bersiap mendominasi bioskop pada musim tersebut, seperti Badarawuhi di Desa Penari, Siksa Kubur, hingga Dua Hati Biru.

Meski begitu, peluang menambah pundi-pundi masih terbuka, terutama ‘Agak Laen’ akan tayang di sejumlah bioskop di Amerika Serikat.

Advertisement

Film ‘Agak Laen’ mengisahkan Bene (Bene Dion), Boris (Boris Bokir), Jegel (Indra Jegel), dan Oki (Oki Rengga) yang merupakan empat sekawan yang telah berteman sejak lama.

Mereka mengelola rumah hantu di sebuah pasar malam, termasuk menjadi hantu di wahana itu.

Bisnis mereka semula gagal karena pengunjung tak merasakan adrenalin atau ketakutan saat masuk rumah hantu. Mereka lantas merenovasi wahana itu supaya semakin menyeramkan.

Namun, setelah direnovasi, rumah hantu itu justru menelan nyawa. Empat sekawan tersebut lantas bersekongkol menyembunyikan kematian itu meski harus dihantui arwah gentayangan.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement