Connect with us

Ekonomi

Peti Mati Rotan Asal Sukoharjo Sukses Go Internasional

Diterbitkan

pada

Peti Mati Rotan Asal Sukoharjo Sukses Go Internasional

Peti Mati Rotan Asal Sukoharjo Sukses Go Internasional (Foto: Timlo)

FAKTUAL-INDONESIA: Peti mati yang terbuat dari Rotan hasil karya pria asal Dusun Gesingan, Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo, sukses menembus pasar internasional.

Diketahui hasil karya peti jenazah dari rotan ini sukses go internasional dan sudah dikirim ke dibeberapa negara seperti Belanda, Australia, Inggris, hingga Amerika Serikat (AS).

Pengrajin peti mati rotan tersebut bernama Purwanto (43). Pria tersebut mengaku sudah menjalani bisnis ini selama 17 tahun. Jika biasanya rotan dibuat untuk membuat berbagai macam furnitur. Namun ditangan Purwanto, rotan bisa disulap menjadi peti jenazah.

Pemilik rumah produksi peti rotan, Purwanto (43), mengatakan, pembuatan rotan menjadi peti mati ini ia lakoni sejak 17 tahun lalu. Dimana semula terdapat permintaan peti yang ramah lingkungan.

Baca juga: Berdayakan Pelaku UMKM, BRI Antarkan Pengusaha Kopi Gayo Tembus Pasar Internasional

Awalnya ia adalah seorang pengusaha furnitur biasa. Lalu ada permintaan untuk membuat peti jenazah ramah lingkungan.

Advertisement

“Awalnya usaha furniture, lalu ada permintaan peti mati yang ramah lingkungan, jadi dipilih rotan, pelepah pisang, dan dari enceng gondok,” kata Purwanto, melansir Gatra, Selasa (4/10/2022).

Saat ditanya bagaimana usahanya menembus pasar internasional, ia menceritakan ada seorang pembeli dari Belanda yang meminta dibuatkan peti mati dari rotan. Kemudian ia mencoba membuat contoh dan akhirnya terdapat kesepakatan hingga melakukan kerjasama sampai saat ini.

“Jadi itu permintaan dari buyer, kita tidak bikin produk sendiri. Jadi mereka sudah ngasih desain dan ukurannya,” jelasnya.

Baca juga:Dukung UKM Go Internasional, Kemendag Siapkan 3 Program Ini

Peti Mati Rotan Asal Sukoharjo Sukses Go Internasional

Purwanto (43) merupakan pengrajin peti mati rotan yang sudah melakoni bisnisnya selama 17 tahun (Foto: Gatra)

Meski asli buatan dalam negeri, namun peti-peti jenazah ini tidak dijual di Indonesia. Dalam satu bulan, Purwanto mampu mengirim 400 hingga 500 peti mati rotan.

Harga peti mati rotan ini bervariatif, yakni mulai Rp1 juta hingga Rp3 juta. Tergantung dari bahan, kerumitan anyaman hingga finishing-nya.

Untuk pembuatan satu peti mati rotan mulai dari pemilahan bahan, penganyaman, hingga finishing membutuhkan waktu sekitar dua hari.

Advertisement

Saat pandemi Covid-19 ini, ia mengaku mendapat pemesan lebih banyak dari biasanya. Pasalnya, permintaan peti jenazah meningkat hingga 30 persen. Bahkan, terbanyak dia pernah mengirim sembilan kontainer berisi peti ke luar negeri.

Baca juga: Pengusaha Asal Sumbar Eskpor 670 Kg Cicak Kering ke Hongkong

“Kemarin pas pandemi pengaruh ke pengiriman, jadi nyari kapal yang murah. Lalu cari kontainernya yang susah, jadi pesennya jauh-jauh hari,” terangnya.

Meski permintaan terus berdatangan, namun bukan berarti usaha ini tak ada kendala. Persediaan bahan baku saat ini semakin langka.

“Kesulitan tidak begitu, paling kalau ada bahan baku yang terlambat,” tandasnya.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement