Ekonomi

Cemas Jadi Penyumbang Besar Inflasi, Pemprov Jabar Gelar Operasi Pasar Telur Ayam

Published

on

Pemprov Jabar Gelar Operasi Pasar Telur Ayam

Pemprov Jabar Gelar Operasi Pasar Telur Ayam

FAKTUAL-INDONESIA: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) akan menggelar operasi pasar khusus untuk komoditas telur ayam untuk menekan kenaikan angka inflasi akibat kenaikan harga BBM.

“Dari semua pembahasan rapat terkait inflasi, Presiden pada Jawa Barat menekankan masalah cuma di telur saja,” kata Ridwan Kamil, Selasa (13/9/2022).

Pada rapat yang digelar secara daring tersebut, Ridwan Kamil menuturkan Presiden Joko Widodo mengizinkan Jabar untuk membeli langsung telur ayam untuk kembali di jual ke masyarakat dalam bentuk operasi pasar khusus.

Bukan tanpa alasan, hal itu perlu dilalukan karena dikhawatirkan komoditas telur ayam akan menjadi penyumbang besar inflasi.

Baca juga: Harga Telur Mahal, Badan Pangan Nasional Adakan Operasi Pasar

“Jabar diberi izin membeli telur yang ongkosnya ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), kemudian disalurkan sehingga mengurangi biaya kemahalan dari sumber-sumber pasokan,” ujarnya, yang dikutip Kamis (15/9/2022).

Advertisement

Jika pembelian ini terealisasi, kata Ridwan, maka pihaknya akan menggunakan kembali sistem penjualan minyak goreng via aplikasi SapaWarga yang sukses beberapa waktu lalu.

“Kami akan menggunakan beli online. Itu menjadi standar Jawa Barat mengendalikan yang namanya kemahalan harga,” katanya.

Menurut Ridwan, penjualan via aplikasi ini rencananya akan kembali dilakukan BUMD Agro Jabar. Ridwan memastikan harga jual tidak akan mahal dan membebani warga.

“Nanti kami jual beli dengan rakyat tapi tidak mengambil untung sekadar untuk mengatasi harga,” imbuhnya.

Baca juga: Jaga Stabilitas Harga Ayam Ras Hidup, Mendag Zulhas Siapkan Strategi Ini

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar, Moh Arifin Soedjayana menambahkan, hingga saat ini stok dan produksi ayam dari wilayah Jabar dan luar daerah seperti Kendal dan Blitar masih lancar.

Advertisement

“Untuk pasokan aman, dari check point di Banjar distribusi dari Jawa Tengah dan Jawa Timur itu tidak ada kendala, kami pantau masih stabil,” kata Arifin.

Meskipun ketersediaan dan pasokan aman, Arifin menilai kekhawatiran harga telur kembali naik dan menjadi penyumbang inflasi harus diantisipasi.

Sebelumnya, harga telur ayam sendiri beberapa waktu lalu sempat mencapai Rp29 ribu per kilogram, dan saat ini sudah kembali turun di angka Rp24-25 ribu per kilogram.***

Advertisement
Exit mobile version