Ekonomi
Investor Bidik Bangun Data Center 1,3 GW di Indonesia, Kata Airlangga

Menko Airlangga akui ada investor asing bidik mendirikan data center di Indonesia. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Pemerintah mengungkapkan minat investasi di sektor pusat data (data center) terus meningkat seiring pesatnya perkembangan industri kecerdasan buatan (AI). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan sejumlah investor berencana membangun data center di Indonesia dengan total kapasitas mencapai 1,3 gigawatt (GW).
“Kapasitas data center yang saat ini telah beroperasi di Indonesia baru sekitar 580 megawatt (MW). Tambahan proyek yang tengah dipersiapkan diperkirakan membutuhkan investasi antara 15 miliar hingga 20 miliar dolar AS,” kata Airlangga, Jumat (10/7/2026).
Ia menjelaskan, beberapa proyek telah masuk dalam tahap pengembangan, termasuk pembangunan fasilitas di Batam yang menjadi salah satu pusat investasi digital baru di Indonesia.
Selain itu, Airlangga mengungkapkan salah satu calon investor berasal dari perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Nvidia, yang akan berkolaborasi dengan mitra dari Australia untuk mengembangkan ekosistem pusat data di Indonesia.
Tidak hanya itu, perusahaan telekomunikasi nasional Telkom juga disebut akan melakukan investasi di sektor yang sama. Kawasan Karawang pun diproyeksikan menjadi lokasi ekspansi berbagai perusahaan teknologi global (Big Tech) yang ingin membangun infrastruktur data center.
Menurut Airlangga, keberadaan data center menjadi elemen penting dalam mendukung perkembangan teknologi kecerdasan buatan dan komputasi kuantum yang membutuhkan kapasitas komputasi serta penyimpanan data dalam skala besar.
Di sisi lain, pemerintah juga mempersiapkan sumber daya manusia agar mampu memenuhi kebutuhan industri digital yang terus berkembang. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan perusahaan semikonduktor asal Inggris, Arm Ltd.
Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah menargetkan sekitar 15.000 insinyur dapat bergabung dalam ekosistem teknologi Arm sebagai bagian dari penguatan industri digital nasional.
Airlangga menilai pembangunan ekosistem digital tidak hanya bergantung pada investasi infrastruktur, tetapi juga kualitas tenaga kerja. Menurutnya, Indonesia selama ini fokus pada hilirisasi sumber daya mineral, sementara di sektor digital pemerintah mulai memperkuat industri dari sisi hulu melalui pengembangan teknologi dan SDM.
Ia menegaskan, penguasaan teknologi dan ketersediaan talenta digital akan menjadi kunci agar Indonesia mampu memanfaatkan peluang investasi data center sekaligus memperkuat daya saing di era ekonomi berbasis kecerdasan buatan.***














