Ekonomi

Indonesia Capai Swasembada Beras Lebih Cepat dari yang Ditargetkan

Published

on

Indonesia Capai Swasembada Beras Lebih Cepat dari yang Ditargetkan


Tahun ini, pertanian Indonesia mencapat sejarah karena memiliki jumlah cadanagan beras tertinggi sepanjang sejarah. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional HM Yadi Sofyan Noor, mengatakan pada Rabu (21/5/2025), kalangan petani meyakini Indonesia sudah swasembada beras di tahun ini atau lebih cepat dari target 2026-2027.

Optimisme itu didasarkan pada tingginya produksi dan stok nasional serta keputusan pemerintah tidak impor beras umum lewat kanal Perum Bulog di 2025.

Menurut Yadi Sofyan Noor, iklim yang mendukung dan kebijakan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) Rp 6.500 per kilogram (kg) untuk semua kualitas menjadi pemicu utama melesatnya produksi dan stok beras dalam negeri tahun ini.

Baca Juga : Prabowo Sebut Cadangan Beras dan Jagung Nasional Tertinggi Sepanjang Sejarah

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyebut swasembada beras tercapai dalam empat tahun. Namun Yadi Sofyan Noor mengatakan, empat tahun terlalu lama untuk swasembada beras.

”Dengan melihat situasi sekarang, tahun ini tercapai, mudah-mudahan. Tahun ini gabahnya bagus, kering. HPP GKP yang tanpa kecuali, enggak ada aturan-aturan lain, itu bikin petani menerima harga minimal Rp 6.500 per kg. Bulog juga menyerapnya jadi gede,” tutur Sofyan seperti dikutip Investor Daily, Rabu (22/5/2025).

Advertisement

Namun dia menilai deklarasi Indonesia swasembada beras baru bisa dilakukan akhir tahun ini. Hal ini karena untuk memastikan kondisi. Jika melihat situasi produksi gabah di lapangan saat ini, KTNA optimistis swasembada beras terealisasi di tahun ini.

Baca Juga : Alhamdulilah! Cadangan Beras Nasional Cetak Rekor Tertinggi dalam 57 Tahun

“Kalau menyatakan swasembada beras itu harusnya memang di akhir tahun, bukan sekarang. Tapi, dari gambaran saat ini, itu bisa diprediksi, stok beras di Bulog saja sudah 3,6 juta ton lebih, itu memecahkan rekor 1984 saat itu swasembada dengan stok 3 juta ton,” imbuh dia.

Bahkan, dalam hitungan dia, surplus beras (khusus produksi dikurangi konsumsi) 2025 bisa lebih dari 3 juta ton.***

Advertisement
Exit mobile version