Ekonomi
Danamon dan MUFG Mulai Penjajakan Integrasi Operasional di Indonesia

Bank Danamon dan MUFG umumkan merger. (Foto : Danamon)
FAKTUAL-INDONESIA : PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) resmi mengumumkan rencana penjajakan integrasi operasional dengan MUFG Bank Ltd. cabang Indonesia. Langkah awal tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara kedua entitas untuk mengkaji potensi penggabungan operasional Danamon dengan MUFG Bank Ltd., Jakarta Branch atau MUFG Indonesia.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pada Senin (11/5/2026), Danamon menyebut integrasi itu bertujuan menggabungkan kekuatan bisnis, keahlian, serta jaringan global dan domestik yang dimiliki kedua institusi keuangan tersebut.
Baca Juga : Menko Muhaimin Tekankan Pentingnya Integrasi Sekolah Rakyat, MBG dan Pemberdayaan Desa untuk Turunkan Kemiskinan
Melalui penggabungan itu, perseroan menargetkan terbentuknya salah satu institusi finansial global terbesar di Indonesia dengan cakupan layanan yang lebih luas bagi nasabah.
Manajemen Danamon menjelaskan, pada tahap awal kedua pihak telah sepakat memulai proses persiapan sebelum masuk ke tahap penandatanganan perjanjian yang bersifat mengikat. Selanjutnya, skema integrasi akan dituangkan dalam Rancangan Integrasi yang nantinya diajukan kepada regulator dan pemegang saham sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga : Danamon Summit 2023, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tetap Optimistis
Meski demikian, proses integrasi masih menunggu persetujuan dari otoritas terkait serta pemegang saham Danamon. Perseroan memperkirakan proses tersebut dapat efektif pada 2027.
Danamon memastikan selama masa penjajakan hingga integrasi berlangsung, kegiatan operasional kedua entitas tetap berjalan normal. Nasabah Danamon maupun MUFG Indonesia disebut tetap dapat mengakses seluruh layanan dan produk perbankan tanpa perubahan, termasuk jam operasional dan jaringan kantor.
Selain itu, perusahaan menegaskan hubungan kerja sama dengan para mitra usaha seperti vendor, kontraktor, hingga perusahaan alih daya juga tetap berjalan sebagaimana biasa sampai seluruh proses integrasi selesai dilakukan.
Baca Juga : Penguatan Ekonomi Rakyat, Kanwil Kemenkum Bali Dorong Percepatan Operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
Danamon yang berdiri sejak 1956 telah menjadi entitas anak konsolidasian MUFG sejak 2019. Hingga akhir 2025, total aset konsolidasian Danamon tercatat mencapai Rp275,7 triliun. Kinerja tersebut ditopang layanan perbankan konvensional, unit usaha syariah, serta pembiayaan melalui anak usaha PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk atau Adira Finance.
Sementara itu, MUFG Indonesia yang telah beroperasi di Tanah Air sejak 1968 memiliki total aset sebesar Rp207 triliun per akhir 2025. Selama ini, MUFG Indonesia fokus melayani segmen korporasi besar, termasuk perusahaan Indonesia, Jepang, dan multinasional.
Danamon menambahkan, apabila integrasi resmi berlaku, entitas hasil penggabungan nantinya tetap berada di bawah kendali konsolidasi MUFG Bank Ltd.. Langkah tersebut juga dinilai sejalan dengan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mendorong konsolidasi industri perbankan nasional.***