Ekonomi
Pendapatan Jakarta Tembus Rp29,29 Triliun, APBD Harus Jaga Ekonomi dan Tingkatkan Pelayanan Publik

Gubernur Pramono dalam konferensi pers Jakarta Budget Talks di Balai Kota Jakarta, Rabu (22/7/2026). (Foto : Pemprov Jakarta)
FAKTUAL-INDONESIA : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mencatat realisasi pendapatan daerah sebesar Rp29,29 triliun hingga 30 Juni 2026 atau sekitar 41 persen dari target APBD 2026 sebesar Rp71,45 triliun. Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp24,73 triliun atau 33,30 persen dari pagu anggaran Rp74,28 triliun.
Dalam siaran pers Pemprov Jakarta, Rabu (22/7/2026), Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan capaian kinerja APBD hingga Triwulan II 2026 menjadi fondasi penting untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memastikan program pembangunan dan pelayanan publik tetap berjalan di tengah ketidakpastian ekonomi global maupun nasional.
Baca Juga : Lantik Dirjen Imigrasi dan Staf Ahli Bidang Pelayanan Publik dan Reformasi Hukum, Menteri Imipas: Jadilah Panutan dalam Profesionalisme serta Etika Kerja
“APBD harus menjadi instrumen yang mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempercepat pembangunan. Setiap rupiah yang dibelanjakan harus memberikan manfaat nyata, memperkuat pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jakarta,” ujar Pramono dalam konferensi pers Jakarta Budget Talks di Balai Kota Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Selain pendapatan dan belanja, realisasi penerimaan pembiayaan daerah telah mencapai Rp5,82 triliun atau 58,92 persen dari target, sedangkan pengeluaran pembiayaan terealisasi sebesar Rp574,9 miliar atau 8,17 persen dari pagu yang ditetapkan.
Pemprov Jakarta juga terus mempercepat pelaksanaan program pembangunan. Hingga akhir Triwulan II, sebanyak 118.161 paket pengadaan telah diselesaikan.
Kinerja fiskal tersebut didukung pertumbuhan ekonomi Jakarta yang tetap kuat. Pada Triwulan I 2026, ekonomi ibu kota tumbuh 5,59 persen secara tahunan (year on year/yoy), ditopang oleh meningkatnya konsumsi masyarakat, aktivitas dunia usaha, serta optimisme pelaku ekonomi. Sektor perdagangan masih menjadi kontributor terbesar terhadap perekonomian Jakarta, disusul jasa keuangan dan industri pengolahan.
Baca Juga : Pemprov DKI Jakarta Raih Peringkat Dua Nasional Indeks Pelayanan Publik 2025, Jawa Timur Nomor Satu
Indikator ekonomi lainnya juga menunjukkan tren positif. Indeks Keyakinan Konsumen pada Juni 2026 tercatat di level 144,4, sementara penjualan riil meningkat 8,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di sektor transportasi, jumlah pengguna angkutan umum mencapai 230,8 juta penumpang pada Triwulan II 2026 atau meningkat 9,70 persen secara tahunan.
Di bidang investasi, Jakarta tetap menjadi tujuan investasi terbesar di Indonesia. Realisasi investasi pada Semester I 2026 mencapai Rp173,6 triliun, meningkat 23,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau berkontribusi 17,20 persen terhadap total investasi nasional.
Selain mempercepat proyek strategis seperti Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), Pemprov Jakarta juga fokus meningkatkan kualitas tenaga kerja. Tingkat Pengangguran Terbuka pada Februari 2026 turun menjadi 6,03 persen, didukung berbagai program pelatihan, magang, padat karya, hingga penempatan tenaga kerja ke luar negeri, termasuk ke Jepang, Korea Selatan, Jerman, dan Arab Saudi.***