Connect with us

Ekonomi

Akselerasi Sertifikasi Halal, BI Solo Gelar Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal

Avatar

Diterbitkan

pada

Pelatihan bagi pendamping proses produk halal (PPH) yang diselenggarakan Bank Indonesia Solo. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Kantor Bank Indonesia (BI) Solo menyelenggarakan pelatihan pendamping proses produk halal untuk akselerasi sertifikasi halal bagi pelaku usaha UMKM di Kota Solo. Hal itu sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing produk UMKM di Kota Solo dan sekitarnya.

Menurut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Solo, Nugroho Joko Prastowo, kebanyakan pelaku UMKM hanya mengetahui proses sertifikasi halal secara regular yaitu melalui jalur Lembaga Pemeriksa Halal (LPH).

“Melalui cara tersebut, tidak sedikit pelaku UMKM yang masih belum memahami proses sertifikasi halalnya,” jelas Nugroho saat membuka pelatihan di Hotel Megaland Solo, Jawa Tengah, Senin (28/3/2022).

Sementara Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) telah memberikan kemudahan untuk pelaku UKM dalam proses sertifikasi halal yaitu melalui jalur self declare.

“Self declare adalah pernyataan status halal produk UMK secara mandiri. Pelaku usaha dapat melakukan self declare  jika telah memenuhi syarat tertentu,” jelasnya lagi.

Advertisement

Syarat tersebut antara lain harus ada pendampingan oleh Pendamping Proses Produk Halal (PPH) yang terdaftar. Jalur sertifikasi halal dengan self declare bagi pelaku UMK harus berdasarkan beberapa kriteria di antaranya produknya tidak berisiko, menggunakan bahan yang sudah dipastikan kehalalannya dan proses produksi yang dipastikan kehalalannya serta sederhana.

“Pendamping PPH merupakan elemen penting dalam pelaksanaan sertifikasi halal dengan mekanisme pernyataan pelaku usaha atau self declare,” katanya.

Di dalam sertifikasi halal self declare, pendamping PPH akan memerankan dirinya sebagai pendamping yang bertugas untuk memastikan kehalalan produk UMK melalui pendampingan PPH.

Aktivitas tersebut dilaksanakan melalui verifikasi dan validasi. PPH adalah rangkaian kegiatan untuk menjamin kehalalan produk yang meliputi penyediaan bahan, pengolahan, penyimpanan, pengemasan, pendistribusian, penjualan, dan penyajian produk.

Pelatihan PPH yang dilaksanakan dua hari tersebut, BI Solo bersinergi dengan  BPJPH, Pemerintah Kota Solo,  Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said, MES, BAZNAS Kota Solo, Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (Hebitren) Solo Raya, serta Paguyuban Kampung Wisata Batik Kauman.

Advertisement

Sementara itu, Sulhani Hermawan dari Halal Center UIN Raden Mas Said, mengatakan peran PPH tidak hanya semata-mata untuk mendapatkan sertifikasi halal tapi jjga meningkatkan kualitas produk UMKM di Solo Raya.

“Pendamping juga memastikan produk mereka naik tidak hanya secara fisik tapi juga spiritual. Pelatihan PPH selain mendapat sertifikasi juga akan diregistrasi,” kata Sulhani.

Sedangkan Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa berharap melalui pendampingan tersebut diharapkan produk UMKM tidak hanya memiliki sertifikat halal tetapi juga bisa naik kelas dan dijual di luar negeri. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca