Ekonomi
Integrasi Tiga BUMN Diharapkan Memperluas Akses Pembiayaan Bagi UMKM

Sosialisasi manfaat dan tujuan pembentukan sinergi ekosistem BUMN kepada pedagang pasar tradisional di The Sunan Hotel Solo. (Foto: Istimewa)
FAKTUALid – Integrasi tiga BUMN dalam holding ultra mikro diharapkan mampu memperluas akses layanan keuangan bagi pelaku usaha kecil dan ultra mikro. Saat ini rencana tersebut masih terus disiapkan.
Sinergi Ekosistem Sektor Ultra Mikro dari tiga perusahaan BUMN yakni PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Persero, PT Pegadaian serta PT Permodalan Nasional Madani (PNM) tersebut ditargetkan terbentuk pada semester II tahun ini.
“Kami mendukung program ini, untuk meningkatkan jangkauan layanan kepada pelaku usaha kecil termasuk pedagang pasar dan diharapkan meningkatkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat prasejahtera,” jelas Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Aria Bima dalam sosialisasi manfaat dan tujuan pembentukan sinergi ekosistem BUMN kepada pedagang pasar tradisional di The Sunan Hotel Solo, Jawa Tengah, Sabtu (5/6/2021).
Kegiatan sosialisasi dilangsungkan secara hybrid dan diikuti oleh puluhan pedagang pasar tradisional. Dalam penjelasannya yang disampaikan secara daring, Aria Bima mengatakan sebanyak 65 persen dari 44 juta pelaku usaha ultra mikro saat ini masih belum terlayani oleh lembaga keuangan formal.
Padahal 80 persen segmentasi ekosistem ultra mikro didominasi oleh petani, pedagang tradisional, pemilik toko dan pekerja lepas. Pelaku usaha ultra mikro dan UMKM ini merupakan tulang punggung dan kunci pemulihan ekonomi nasional, sehingga harus diselamatkan dari tekanan dampak pandemi Covid-19.
“Melalui integrasi tiga BUMN ke dalam holding ultra mikro, diharapkan pelaku usaha ultra mikro bisa memiliki akses perbankan.Harapannya pelaku usaha ultra mikro dapat bangkit, berkembang serta naik kelas,” jelasnya lagi.
Aria Bima menegaskan jiwa dan semangat dalam sinergi ekosistem sektor ultra mikro ini adalah gotong royong dan tolong menolong. Manfaat positif dari sinergi BUMN ultra mikro ini, akan dirasakan para pelaku usaha ultra mikro karena mereka berpeluang besar mendapat pembiayaan berbunga rendah di masa depan.
“Holding ultra mikro akan memperkuat tiga bidang. Yakni produk pembiayaan baik secara individu yaitu melalui BRI dan pegadaian maupun pembiayaan kelompok yaitu melalui PNM,” katanya.
Selain itu juga konsolidasi data, database nasabah mikro akan terkonsolidasi sehingga memudahkan pemerintah juga dalam mengimplementasikan program bantuan untuk nasabah ultra mikro. Serta integrated platform dan network management.
Dalam acara tersebut juga menghadirkan Kepala Cabang BRI Sriwedari Solo, Agustina Wulandari, Deputi Bisnis Pegadaian Area Surakarta Ali Musta’at serta Pimpinan Cabang PNM Surakarta, Budi Santoso. (Uti Farinzi) ***