Ekonomi
Bidik Segmen Premium, SIG Luncurkan Produk Mortar
Foto: Istimewa
FAKTUALid – PT Semen Indonesia Tbk (SIG) meluncurkan varian produk baru untuk memperluas cakupan bisnisnya. Melalui anak usaha PT Mitra Kiara Indonesia (MKI), mereka secara resmi memperkenalkan produk ‘Mortar Indonesia’ yang khusus membidik segmen premium pasar building material tanah air.
Menurut Direktur Utama SIG, Hendi Prio Santoso, langkah SIG meluncurkan produk Mortar Indonesia saat ini tak lepas dari visi perusahaan yang bertekad untuk menjadi penyedia solusi bahan bangunan terbesar di kawasan regional.
“Guna mewujudkan visi tersebut, ada sejumlah strategi yang telah SIG tempuh. Salah satunya dengan mendorong inovasi produk, termasuk di dalamnya adalah launching produk mortar,” ujarnya, Selasa (8/6/2021).
Langkah transformasi yang ditempuh SIG itu mendapat apresiasi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir.
“Saya mengapresiasi berbagai langkah transformasi di SIG yang kini lebih dari sekedar produsen semen, buat saya ini bukan dari sekedar peluncuran produk, ini salah satu wujud inovasi dan transformasi SIG menjadi BUMN berkelas dunia dan berwawasan masa depan,” ujarnya dalam acara peluncuran Mortar Indonesia, yang diselenggarakan secara virtual, Senin (7/6/2021).
Menurut Erick Thohir, platform digital sobat bangun dan akses toko adalah contoh baik bentuk transformasi digital SIG. Tidak hanya untuk menangkap peluang di masa dan paska pandemi Covid-19, tapi juga merupakan transformasi di era teknologi. Go Beyond Next, sebuah spirit yang sejalan dengan program transformasi BUMN.
Launching produk mortar, menurut Hendi, bakal semakin melengkapi portofolio produk yang telah existing, seperti produk ThruCrete, DekoCrete, SpeedCrete, Masonry Cement. Termasuk produk semen hidraulis PwrPro yang telah mendapatkan sertifikasi pada bulan Mei kemarin, untuk memberikan nilai tambah bagi konsumen.
Saat ini, produk ‘Mortar Indonesia’ telah tersedia di beberapa wilayah, seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta.
Pada bagian lain, Hendi menjelaskan bahwa dalam setiap operasionalnya, SIG juga concern terhadap isu perbaikan lingkungan. “Selain memastikan agar proses produksi sesuai kaidah ‘green’, SIG juga mengembangkan digitalisasi produk. Bagaimanapun tuntutan untuk menjalan industri 4.0 tidak bisa dielakkan,” ujarnya. (Akbar Surya)***