Ekonomi
Rupiah Bangkit sejak Pembukaan, IHSG Masih Melemah pada Penutupan Perdagangan

Nilai tukar (kurs) rupiah bangkit menguat namun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) masih melemah pada penutupan perdagangan Rabu (15/10/2025) sore
FAKTUAL INDONESIA: Sama-sama menguat saat pembukaan perdagangan namun nilai tukar (kurs) rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berbeda ketika penutupan perdagangan Rabu (15/10/2025) sore.
Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup menguat yang berarti bangkit dari dua hari berturut-turut melemah di akhir perdagangan.
Sedangkan IHSG BEI kembali melemah sehingga meneruskan tren pelemahan selama tiga hari secara beruntun.
Baca Juga : Rupiah dan IHSG BEI Sempat Bangkit namun Kembali Sama-sama Melemah pada Penutupan Perdagangan
Kebangkita rupiah sudah terlihat saat pembukaan perdagangan ketika menguat sebesar 19 poin atau 0,11 persen menjadi Rp16.584 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.603 per dolar AS.
Tren positif mampu terus dipertahankan sehingga nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan Rabu sore menguat sebesar 27 poin atau 0,16 persen menjadi Rp16.576 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.603 per dolar AS.
Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini bergerak datar di level Rp16.577 per dolar AS, sama seperti hari sebelumnya.
Baca Juga : Rupiah dan IHSG BEI Kompak Sama-sama Dibuka dan Ditutup Melemah
Sementara itu IHSG BEI memberikan harapan ketika menguat pada pembukaan perdagangan. Namun kemudian IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
IHSG ditutup melemah 15,34 atau 0,19 persen ke posisi 8.051,18. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,25 poin atau 0,03 persen ke posisi 722,14.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang konsumen primer yang menguat sebesar 0,72 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor keuangan yang masing-masing naik sebesar 0,37 persen dan 0,11 persen.
Sedangkan tujuh sektor melemah yaitu sektor teknologi turun paling dalam sebesar 3,34 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor industri yang masing-masing turun sebesar 3,27 persen dan 0,86 persen.
Baca Juga : Rupiah Melemah namun IHSG BEI Menguat dalam Penutupan Perdagangan Akhir Pekan
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu KICI, MBTO, CBRE, SOHO, dan PUDP. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni SOSS, SSTM, MLPT, ASRM, dan AYLS.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.698.254 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 36,16 miliar lembar saham senilai Rp29,95 triliun. Sebanyak 232 saham naik, 449 saham menurun, dan 122 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 834,68 poin atau 1,78 persen ke 47.682,00, indeks Hang Seng menguat 469,25 poin atau 1,84 persen ke 25.910,48, indeks Shanghai menguat 46,98 poin atau 1,22 persen ke 3.912,50 dan indeks Strait Times melemah 37,22 poin atau 0,84 persen ke 4.389,84. ***