Ekonomi

Rakernas Alumni ITS, Menko Airlangga Ungkap Tantangan Menyiapkan 9 Juta SDM Unggul

Published

on

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto harap Alumni ITS lahirkan inovasi menyongsong momentum Indonesia Emas 2045.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto harap Alumni ITS lahirkan inovasi menyongsong momentum Indonesia Emas 2045.

FAKTUAL-INDONESIA: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengemukakan, Indonesia membutuhkan SDM yang jumlahnya besar, yaitu 9 juta orang sampai tahun 2030.

Dalam Rapat Kerja Nasional Ikatan Alumni ITS pada hari Minggu (27/3/2022), Menko Airlangga mengungkapkan, kebutuhan SDM unggul itu menjadi tantangan bagi perguruan-perguruan tinggi.

Menko Airlangga mengharapkan  perguruan tinggi mampu mencetak sarjana-sarjana yang cakap digital dan bermental wirausaha.

Ravindra Airlangga Gantikan Posisi Almarhum Ichsan Firdaus di Komisi VI DPR RI

“Semoga Rakernas ini dapat menghasilkan gagasan dan inovasi yang tentunya mencerminkan kearifan dan juga terobosan yang dilakukan oleh para alumni ITS,” kata  Menko Airlangga yang hadir secara virtual.

Advertisement

Disebutkan Menko Airlangga, Pemerintah terus mendorong agar penciptaan SDM unggul yang kreatif, cakap digital, dan mempunyai mental kewirausahaan untuk menyongsong momentum Indonesia Emas tahun 2045.

Pemerintah melakukan berbagai kebijakan yang ditujukan untuk mencapai target Indonesia Emas di tahun 2045.

Dalam mempersiapan Indonesia Emas 2045 menjadi tantangan agar Perguruan Tinggi mampu mencetak SDM unggul.

Resmikan Pusat Wedangan Solo, Menko Airlangga Berharap Perekonomian Bisa Bergerak Lagi

Menko Airlangga mengungkapkan, kebijakan-kebijakan Pemerintah untuk mencapai target Indonesia Emas antara lain kebijakan hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, mendorong sektor manufaktur yang berdampak luas meningkatkan devisa dan investasi, kebijakan program substitusi impor, dan kebijakan terkait peningkatan kualitas SDM Indonesia dengan penciptaan digital talent.

Advertisement

“Negara tentunya punya banyak potensi ekonomi digital, dan saat ini potensinya di tahun 2021 adalah USD 70 Miliar dan ini akan naik di tahun 2025 menjadi USD 146 Miliar. Untuk itu, Indonesia tentunya membutuhkan SDM yang jumlahnya besar, yaitu 9 juta orang sampai tahun 2030. Inilah yang menjadi tantangan agar Perguruan Tinggi mampu mencetak sarjana-sarjana yang digital literate,” ungkap Menko Airlangga.

Ketua Umum Partai Golkar itu mengutarakan, Pemerintah pun telah memberikan dukungan melalui pengembangan digital talent antara lain melalui Kartu Prakerja dan Gerakan Nasional Literasi Digital untuk masyarakat umum, Digital Talent Scholarship untuk level tenaga profesional, dan Digital Leadership Academy untuk para pimpinan.

Selain untuk meningkatkan jumlah digital talent di Indonesia, program-program tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan jumlah wirausaha di Indonesia. Hal tersebut dilakukan karena Pemerintah mengharapkan jumlah wirausaha di Indonesia dapat meningkat dan mencapai 5%

Menko Airlangga dan Menteri Desmond Lee Bahas Percepatan Pembangunan dan Investasi Kawasan Industri Kendal

“Pemerintah juga telah menciptakan dan memberikan berbagai regulasi yang memberikan perlindungan dan kemudahan kepada UMKM termasuk pembiayaannya,” tambah Menko Airlangga.

Advertisement

Dukungan pembiayaan bisa diperoleh melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mana Pemerintah telah memberikan alokasi sebesar 373 triliun rupiah dengan bunga 3% sampai akhir tahun 2022. ***

Exit mobile version