Ekonomi

IKM Kerajinan Semakin Kreatif dan Kompetitif, Curi Perhatian di Inacraft 2026 dan Ekspor Lampaui USD 305 Juta

Published

on

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita (keempat dari kiri) saat meninjau stan peserta pada Pameran Inacraft 2026 diselenggarakan di Jakarta Internasional Convention Center (JICC).

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita (keempat dari kiri) saat meninjau stan peserta pada Pameran Inacraft 2026 diselenggarakan di Jakarta Internasional Convention Center (JICC). (Kemenperin)

FAKTUAL INDONESIA: Panggung kerajinan terbesar di Asia Tenggara, Inacraft 2026, kembali menjadi saksi kehebatan tangan-tangan kreatif perajin Indonesia. Melalui fasilitasi Kementerian Perindustrian (Kemenperin), delapan Industri Kecil dan Menengah (IKM) terpilih sukses memukau pengunjung di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 4–8 Februari lalu.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar pameran, melainkan jembatan bagi IKM untuk “naik kelas” ke pasar global.

Baca Juga : Kemenperin: Kekayaan Intelektual Kunci Produk IKM Tembus Pasar Dunia

“Fasilitasi ini adalah bentuk apresiasi dan kebanggaan kita terhadap produk dalam negeri. Inacraft menjadi ajang strategis bagi IKM untuk memperkuat branding dan membuka peluang kemitraan bisnis yang berkelanjutan,” ujar Menperin Agus dalam keterangannya, Minggu (15/2/2026).

Limbah Kayu hingga Mahkota Mutiara

Delapan IKM yang beruntung menempati booth eksklusif Kemenperin tersebut adalah Karya Seni Tanduk, Lampung Ethnica, Manika Kaltim, Ragenda MOP Jewelry, Khyang Leather, Shamara, Kalaniwood, dan D’moroy.

Advertisement

Baca Juga : Menperin AGK Tegaskan Reformasi Kebijakan Berkelanjutan Solusi Atasi Berbagai Tantangan IKM

Produk yang ditampilkan pun sangat beragam dan mencerminkan kekayaan budaya Nusantara yang telah dimodifikasi mengikuti selera pasar modern:

  • Sentuhan Seni: Kerajinan tanduk dan perhiasan mutiara yang elegan.
  • Fashion Berkelanjutan: Tas anyaman serat alam, produk kulit premium, hingga kerajinan unik dari limbah kayu yang ramah lingkungan.
  • Inovasi Lokal: Penggunaan bahan baku lokal yang dipadu dengan desain terkini.

Cetak Transaksi Rp338 Juta

Kehadiran delapan IKM ini bukan sekadar “tampil”. Direktur Jenderal IKMA, Reni Yanita, mengungkapkan bahwa minat pasar sangat luar biasa. Selama lima hari pameran, total transaksi yang dihasilkan mencapai Rp338,16 juta.

“Data ini membuktikan tingginya minat pasar. Bahan baku lokal dengan sentuhan seni memiliki nilai jual tinggi,” kata Reni.

Prestasi semakin lengkap ketika salah satu IKM fasilitasi Ditjen IKMA, PT Dmoroy Kreasi Alam Nusantara, berhasil menyabet penghargaan bergengsi Inacraft Awards 2026 untuk kategori Natural Fibers (Serat Alam). Ini membuktikan bahwa standar kualitas IKM binaan Kemenperin sudah diakui secara nasional.

Baca Juga : Menperin AGK: IKM Fesyen dan Kriya Memiliki Potensi Besar Menjadi Penggerak Ekonomi Berkelanjutan Berbasis Budaya

Ada yang istimewa pada gelaran tahun ini. Inacraft 2026 mengusung tema “Exploring and Celebrating Womenpreneurs”. Tema ini menyoroti peran strategis perempuan dalam menjaga nilai budaya sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif nasional melalui inovasi produk.

Advertisement

Ekspor Kerajinan Meroket

Industri kerajinan, lanjut Reni, juga memiliki potensi pasar ekspor yang harus dimaksimalkan. Berdasarkan data dari Pusat Data dan Informasi Kemenperin, kinerja ekspor kerajinan pada triwulan III tahun 2025 mencapai USD305,54 juta, meningkat pesat dari triwulan sebelumnya sebesar USD173,5 juta. Kinerja positif ini menunjukkan bahwa produk kerajinan lokal dari Indonesia dapat terus tumbuh dan bersaing di pasar global.

Baca Juga : Ingin Menjelajahi dan Menikmati Pengalaman Rasa Terbaik Indonesia? Unduh Dulu Katalog “Paket Tur Gastronomi” Kemenpar

”Bahan baku lokal yang dipadu dengan sentuhan seni dan aspek desain menghasilkan karya bernilai jual tinggi. Oleh karena itu, kami mendorong pelaku IKM untuk terus menghadirkan produk yang inovatif, kreatif, dan memiliki karakter kuat agar dapat meningkatkan daya tarik produk kerajinan Indonesia di mata konsumen nasional maupun internasional,” ucap Reni.

Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan, menambahkan bahwa dukungan Kemenperin tidak berhenti di pameran saja. “Kami terus mendampingi IKM melalui program diversifikasi produk, sertifikasi, hingga persiapan ekspor agar mereka benar-benar siap bersaing di pasar internasional,” tutup Budi.

Dengan keberhasilan di Inacraft 2026, industri kerajinan Indonesia semakin optimis menatap masa depan sebagai motor penggerak ekonomi kreatif yang berkarakter kuat dan berdaya saing global.

Advertisement

Produk serat alam dan kerajinan limbah kayu kini sedang sangat diminati pasar global karena isu keberlanjutan. ***

Exit mobile version