Ekonomi

IHSG BEI Kamis 25 Juni 2026: Bergarirah Meroket 1,96 Persen, Berikutnya Tembus Level 6.000

Published

on

IHSG BEI Kamis 25 Juni 2026: Bergarirah Meroket 1,96 Persen, Berikutnya Tembus Level 6.000

Penampilan meyakinkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak pembukaan perdagangan membuat indeks ditutup menguat signifikan Kamis (25/6/2026). (Foto AI)

FAKTUAL INDONESIA:  Luar biasa. Begitu catatan peforma Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Kamis (25/6/2026) sore ini. Didorong oleh derasnya aliran modal asing yang masuk (capital inflow) serta sentimen positif bursa global, indeks saham domestik melesat tajam dan hampir menyentuh level psikologis baru.

Berdasarkan data BEI, IHSG ditutup menguat signifikan sebesar 115,16 poin atau 1,96 persen ke posisi 5.999,04.

Penampilan IHSG sudah mantap sejak  pembukaan perdagangan ketika dibuka menguat 10,81 poin atau 0,18 persen ke posisi 5.873,07. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 1,02 poin atau 0,18 persen ke posisi 577,15.

Baca Juga :  IHSG BEI Rabu 24 Juni 2026: Ambruk Terlempar dari Level 6.000, Rawan Koreksi Lanjutan

Setelah itu IHSG bergerak  menguat sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. IHSG betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham dengan ditutup menguat meyakinkan.

Sepanjang hari, indeks bergerak perkasa di zona hijau dan sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.002,11. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 9,58 poin atau 1,66 persen ke posisi 587,75.

Advertisement

Aksi Borong Saham Investor Asing

Laju impresif IHSG hari ini utamanya ditopang oleh kembalinya kepercayaan investor, terutama pemodal asing yang melakukan aksi beli bersih (net buy) dalam jumlah besar. Sektor perbankan raksasa (big banks) dan infrastruktur menjadi motor penggerak utama yang melambungkan indeks.

“Pasar merespons positif stabilitas ekonomi domestik di tengah melandainya tekanan inflasi global. Penguatan rupiah yang terjadi bersamaan juga memberikan rasa aman bagi investor asing untuk kembali mengalirkan dananya ke pasar ekuitas Indonesia,” tulis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas, Kamis (25/6/2026).

Baca Juga : IHSG BEI Selasa 23 Juni 2026: Melemah Tipis setelah Terjun Bebas, Menanti Pengumuman MSCI

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, seperti dilansir TradingView, menilai penguatan IHSG didorong oleh kembali masuknya aksi beli investor yang memburu saham-saham murah.

“IHSG menguat seiring kembali masuknya aksi beli investor yang memburu saham-saham murah setelah pasar menyentuh level terendah dalam dua pekan,” jelas Nico, Kamis (25/6/2026).

Advertisement

Dari eksternal, penguatan bursa Asia turut menopang pergerakan IHSG. Sentimen positif datang dari meredanya kekhawatiran geopolitik menyusul kemajuan upaya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran, yang turut mendorong harga minyak kembali stabil.

Kondisi ini membantu meredakan tekanan inflasi global dan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh bank sentral.

Selain itu, bank sentral China (PBOC) juga menyatakan akan melakukan operasi reverse repo untuk menjaga likuiditas jangka pendek di sistem perbankan.

Dari domestik, Bank Indonesia mencatat aliran dana asing yang masuk ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) tenor satu tahun dan obligasi pemerintah mencapai sekitar Rp 105 triliun sepanjang Juni.

Meski demikian, pasar juga mencermati penurunan peringkat daya saing Indonesia dalam World Competitiveness Ranking yang turun 21 peringkat.

Advertisement

Baca Juga : IHSG BEI Selasa 23 Juni 2026: Melemah Tipis setelah Terjun Bebas, Menanti Pengumuman MSCI

Prospek Akhir Pekan

Dengan posisi yang berada di level 5.999,04, langkah IHSG untuk menembus dan bertahan di atas level 6.000 dinilai sangat terbuka lebar pada perdagangan esok hari.

Kendati demikian, para pelaku pasar diharapkan tetap memperhatikan rilis data klaim pengangguran serta arah kebijakan moneter Amerika Serikat yang akan keluar malam ini, karena berpotensi memengaruhi psikologis pasar regional di akhir pekan. Untuk perdagangan Jumat (26/6/2026), IHSG diproyeksikan bergerak di rentang konsolidasi kuat antara 5.950 hingga 6.040.

Nico memperkirakan IHSG masih berpotensi menguat, meskipun pelaku pasar cenderung bersikap wait and see terhadap sejumlah data ekonomi Amerika Serikat, seperti inflasi dan ketenagakerjaan.

Secara teknikal, Nico menilai IHSG berpotensi melanjutkan penguatan selama tidak menembus level support tertentu.

Advertisement

“Apabila IHSG tidak mengalami penurunan hingga 5.880, kami melihat IHSG berpotensi untuk menguat dan ditutup di atas 6.000, dengan target lanjutan di kisaran 6.000 hingga 6.150,” jelasnya.

Baca Juga : IHSG BEI Senin 22 Juni 2026: Sempat Melesat tapi Kemudian Ambles 60,45 Poin, Masih Rawan Koreksi

Sektor Pendorong Utama (Top Gainers)

Kenaikan tajam IHSG ditopang oleh hampir seluruh sektor saham yang parkir di zona hijau. Berikut adalah tiga sektor dengan lonjakan tertinggi pada perdagangan Kamis sore:

  • Sektor Finansial (+2,45%): Didorong oleh laporan kinerja keuangan kuartal kedua beberapa bank buku IV yang melampaui ekspektasi pasar.
  • Sektor Infrastruktur (+1,88%): Terdongkrak oleh realisasi proyek strategis nasional yang berjalan sesuai target kuartal ini.
  • Sektor Energi (+1,52%): Mulai stabil pasca-fluktuasi komoditas global, menarik minat investor untuk melakukan aksi pemburuan saham murah (bargain hunting).

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu RBMS YUPI, KONI, FUTR dan ZONE. Sedangkan saham-saham yang mengalami RBMS, pelemahan harga terbesar yakni BSSR, HBAT, PTPW, TRUS, dan LUCY.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.666.0000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 20,91 miliar lembar saham senilai Rp13,63 triliun. Sebanyak 562 saham naik, 148 saham menurun dan 249 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 4,61 persen ke 72.366,34, indeks Shanghai menguat 0,23 persen ke 4.120,28, indeks Kuala Lumpur melemah 1,09 persen ke 1.663,82, dan indeks Strait Times menguat 0,06 persen ke 5.218,96. ***

Advertisement

Exit mobile version