Connect with us

Ekonomi

IHSG BEI Jumat 3 Juli 2026: Melonjak 2,28% di Akhir Pekan, Selanjutnya Cermati 3 Sentimen

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Akhir pekan yang cerah pada pasar saham dalam negeri setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada perdagangan Jumat (3/7/2026).

Akhir pekan yang cerah pada pasar saham dalam negeri setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada perdagangan Jumat (3/7/2026). (AI)

FAKTUAL INDONESIA: Pasar saham Indonesia menutup perdagangan akhir pekan ini dengan performa yang sangat impresif setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melesat tajam dan sukses parkir di zona hijau pada perdagangan Jumat (3/7/2026).

Berdasarkan data BEI, IHSG ditutup menguat 131,22 poin atau melonjak hingga 2,28 persen ke posisi 5.875,78.

Sepanjang hari, indeks bergerak sangat perkasa setelah dibuka di level 5.806,16 dan sempat menyentuh level tertinggi harian di 5.899,30. Gairah pasar modal ini menjadi angin segar bagi para investor setelah sempat mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir.

“Jelang akhir pekan, sentimen global memberikan katalis positif terhadap menguatnya IHSG,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Dari mancanegara, perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, yang mana pihak Qatar selaku mediator melaporkan adanya kemajuan positif mediasi damai antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran untuk mengakhiri konflik empat bulan terakhir.

Advertisement

“Namun, pelaku pasar masih bersikap waspada karena belum ada kesepakatan tertulis yang menjamin perdamaian jangka panjang di kawasan tersebut,” ujar Nico seperti dilansir Media Indonesia.

Selain itu, sentimen positif datang dari data pasar tenaga kerja AS yang melambat. Data nonfarm payrolls (NFP) AS periode Juni 2026 hanya bertambah 57.000 atau di bawah estimasi 110.000, sementara tingkat pengangguran di level 4,2% atau lebih rendah dari perkiraan 4,3%.

“Rilis data pasar tenaga kerja AS yang melambat memberikan pandangan baru pelaku pasar yang berspekulasi The Fed tidak akan menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat,” ujar Nico.

Dari dalam negeri, pemerintah bersama DPR telah menyepakati postur awal Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 sebagai dasar penyusunan Nota Keuangan dan RUU APBN 2027.

Adapun, rasio pendapatan negara ditargetkan sebesar 12,01-12,40% terhadap PDB, dengan penerimaan perpajakan mencapai 10,08-10,45% terhadap PDB. Sementara itu, belanja negara dipatok pada kisaran 13,82-14,20% terhadap PDB, sehingga defisit anggaran diperkirakan berada di rentang 1,8-2,2% terhadap PDB.

Advertisement

“Postur ini mencerminkan upaya pemerintah menjaga keseimbangan antara disiplin fiskal dan kebutuhan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Nico.

Seluruh Sektor Menghijau

Penguatan signifikan pada akhir pekan ini ditopang oleh aksi beli masif di seluruh sektor saham. Sebanyak 11 indeks sektoral IDX-IC kompak berakhir di zona hijau, dengan sektor industri dan infrastruktur memimpin lonjakan.

Beberapa saham yang mencuri perhatian dan menjadi top gainers di antaranya adalah PT Indosat Tbk (ISAT), PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) yang naik hingga 35%, serta PT Futura Marmer Indonesia Tbk (FUTR) yang melonjak 34,96%.

Sejalan dengan melesatnya IHSG, indeks saham unggulan lainnya juga ikut berpesta:

Advertisement
  • Indeks LQ45: Naik 2,88% ke level 581,78
  • Jakarta Islamic Index (JII): Melesat 2,92% ke level 348,08
  • IDX30: Menguat 2,68% ke posisi 329,09

Sentimen positif ini juga didukung oleh pergerakan bursa regional Asia yang mayoritas bergerak variatif cenderung menguat, seperti Indeks Nikkei Jepang yang melonjak 1,47% dan Kospi Korea Selatan yang ikut terbang.

Prediksi IHSG Senin Depan

Setelah mengamankan posisi di level 5.875, perhatian pelaku pasar kini tertuju pada perdagangan awal pekan depan, Senin, 6 Juli 2026. Apakah tren bullish ini akan berlanjut, atau justru rawan terkena aksi ambil untung (profit taking)?

Secara teknikal, lonjakan besar pada hari Jumat membuka peluang bagi IHSG untuk menguji area resistance terdekat berikutnya di kisaran 5.900 hingga 5.950. Namun, investor tetap harus waspada terhadap potensi koreksi sehat mengingat kenaikan yang sudah cukup tinggi dalam tiga hari terakhir sejak awal Juli.

Beberapa sentimen kunci yang wajib dicermati investor untuk pekan depan meliputi:

  1. Rilis Data Makroekonomi: Pelaku pasar terus mencermati dampak rilis data inflasi domestik terbaru serta stabilitas nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.
  2. Aksi Korporasi & Dividen: Musim pembagian dividen dan laporan kinerja kuartalan beberapa emiten besar diproyeksikan masih menjadi daya tarik utama bagi investor asing maupun domestik.
  3. Sentimen Global: Kebijakan suku bunga global dan pergerakan bursa saham Wall Street selama akhir pekan akan memengaruhi psikologis pasar saat pembukaan di hari Senin.

Melihat momentum pasar yang sedang bergairah, investor disarankan untuk tetap selektif. Strategi buy on weakness (beli saat melemah) pada saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip) yang memiliki fundamental kuat masih menjadi pilihan bijak menjelang perdagangan pekan depan. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement