Ekonomi

BI Pangkas Suku Bunga, Rupiah dan IHSG BEI Menguat sedangkan Harga Emas Antam Meroket dan Anjlok

Published

on

BI Pangkas Suku Bunga, Rupiah dan IHSG BEI Menguat sedangkan Harga Emas Antam Meroket dan Anjlok

Seiring dengan penurunan BI Rate itu kurs rupiah dan IHSG BEI menguat pada penutupan perdagangan Rabu (21/5/2025) sore sedangkan harga emas PT Aneka Tambang (Antam) naik dan turun

FAKTUAL INDONESIA: Keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga membawa pengaruh sentimen positif bagi nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerka Serikat (AS) dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI).

Seiring dengan penurunan BI Rate itu kurs rupiah dan IHSG BEI menguat pada penutupan perdagangan Rabu (21/5/2025) sore.

Sedangkan harga emas PT Aneka Tambang (Antam) masih berbeda dalam pantauan di laman Logam Mulia dan situs resmi Pengadaian dimana menunjukkan melonjak dan anjlok.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari ini di Jakarta menguat sebesar 15 poin atau 0,09 persen menjadi Rp16.399 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.413 per dolar AS.

Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu justru melemah ke level Rp16.413 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.406 per dolar AS.

Advertisement

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menganggap penguatan nilai tukar (kurs) rupiah pada Rabu hari ini dipengaruhi sentimen positif dari penurunan BI-Rate.

Baca Juga : Awal Pekan Cerah, Rupiah dan IHSG BEI Menguat, Emas Antam Naik, Pengaruh Apa?

“Penguatan rupiah hari ini dipengaruhi oleh sentimen positif dari penurunan BI-Rate menjadi 5,5 persen, sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar,” ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Bank Indonesia (BI) melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulan Mei 2025 pada Selasa (20/5/2025) dan Rabu ini memutuskan memangkas suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis point (bps) menjadi berada pada level 5,5 persen.

Suku bunga deposit facility turun sebesar 25 bps menjadi berada pada level 4,75 persen. Begitu pula suku bunga lending facility yang diputuskan untuk turun sebesar 25 bps menjadi pada level 6,25 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo menerangkan bahwa keputusan ini konsisten dengan prakiraan inflasi tahun 2025 dan 2026 yang rendah dan terkendali dalam sasaran 2,5±1 persen, upaya mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamental, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

Advertisement

Adapun sentimen global, berasal dari pelemahan indeks dolar AS hingga di bawah 100 akibat penurunan rating AS oleh Moody’s.

Dibuka dan Ditutup Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup menguat seiring Bank Indonesia (BI) menurunkan tingkat suku bunga acuannya.

IHSG ditutup menguat 47,86 poin atau 0,67 persen ke posisi 7.142,46. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 9,61 poin atau 1,20 persen ke posisi 812,16.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Advertisement

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor meningkat dimana sektor barang baku paling tinggi yaitu 2,29 persen, diikuti oleh sektor kesehatan dan sektor properti yang masing-masing naik sebesar 1,25 persen dan 1,33 persen.

Baca Juga : Ditutup Menguat, Rupiah 84 Poin, IHSG BEI 0,94 Persen dan Emas Antam Melonjak

Sedangkan tiga sektor terkoreksi yaitu paling dalam sektor teknologi minus 2,35 persen, diikuti sektor industri dan sektor energi yang masing-masing minus 0,45 persen dan 0,01 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu FAST, BBSS, MSIN, BCIP, dan LPGI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni KOPI, MLPT, PICO, HBAT, dan LMAX.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.388.496 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 26,64 miliar lembar saham senilai Rp15,48 triliun. Sebanyak 349 saham naik, 270 saham menurun, dan 190 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 216,49 poin atau 0,58 persen ke 37.313,00, indeks Hang Seng menguat 146,30 poin atau 0,62 persen ke 23.827,78, indeks Shanghai menguat 7,10 poin atau 0,21 persen ke 3.387,48, dan indeks Strait Times menguat 7,91 poin atau 0,20 persen ke 3.884,11.

Advertisement

“Bursa regional Asia bergerak variatif yang tampaknya dipengaruhi oleh sejumlah sentimen. Pemangkasan suku bunga yang dilakukan oleh bank sentral China disambut positif oleh pasar namun tetap mencermati perkembangan akan prospek ekonomi dan fiskal Amerika Serikat (AS) pasca Presiden AS Donald Trump gagal meyakinkan para pendukung Partai Republik untuk mendukung rancangan undang-undang pajaknya yang luas,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus di Jakarta, Rabu.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulan Mei 2025 yang diselenggarakan pada Selasa (20/5) dan Rabu (21/05) memutuskan memangkas suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis point (bps) menjadi berada pada level 5,5 persen.

Suku bunga deposit facility turun sebesar 25 bps menjadi berada pada level 4,75 persen. Begitu pula suku bunga lending facility yang diputuskan untuk turun sebesar 25 bps menjadi pada level 6,25 persen.

Dari mancanegara, pejabat The Fed pada Rabu (21/05) menggandakan kekhawatiran mereka tentang dampak kebijakan perdagangan pemerintahan Donald Trump terhadap ekonomi, dengan Presiden Fed St. Louis Alberto Musalem memperingatkan tentang melemahnya pasar tenaga kerja dan kenaikan harga, sementara Presiden Fed Cleveland Beth Hammack memperingatkan tentang potensi stagflasi.

Di sisi lain, pelaku pasar juga menantikan pertemuan bilateral antara AS dan Jepang antara Menteri Keuangan Scott Bessent dan Menteri Keuangan Katsunobu Kato selama pertemuan puncak keuangan G7 minggu ini di Kanada.

Advertisement

Baca Juga : Rupiah dan IHSG BEI Ditutup Menguat, Eh .. Emas Antam Malah Anjlok

Emas Antam

Sementara itu harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Rabu (21/5) mengalami lonjakan Rp23.000 setelah kemarin mengalami anjlok dengan jumlah serupa.

Sehingga kini harga emas kembali di banderol dengan harga Rp1.894.000 per gram atau harga jual yang sama pada 19 Mei.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan turut naik ke angka Rp1.738.000 per gram.

Namun harga emas yang dikutip dari laman resmi Pegadaian, Rabu, menunjukkan harga tiga produk logam mulia, yakni buatan Antam, UBS dan Galeri24 yang mengalami penurunan harga jual dari hari sebelumnya.

Advertisement

Emas Antam turun Rp29.000 ke angka Rp1.941.000 per gram dari semula Rp1.970.000. Begitu pula emas Galeri24 yang turun Rp24.000 dari semula Rp1.890.000 menjadi Rp1.866.000 per gram.

Sementara emas buatan UBS turun Rp28.000 ke angka Rp1.886.000 dari awalnya Rp1.914.000 per gram.

Emas buatan Antam dan Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram. ***

Advertisement
Exit mobile version