Connect with us

Ekonomi

Bank Mandiri Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi, Inflasi 2022 Capai 6,7 Persen

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Ekonom Bank Mandiri Dian Ayu Yustina Direktur Treasury and International Banking Bank Mandiri Panji Irawan  dalam acara Media Gathering and Presentasi Macroeconomic Outlook secara daring di Jakarta, Selasa (4/10/2022). (Ant)

Ekonom Bank Mandiri Dian Ayu Yustina Direktur Treasury and International Banking Bank Mandiri Panji Irawan dalam acara Media Gathering and Presentasi Macroeconomic Outlook secara daring di Jakarta, Selasa (4/10/2022). (Ant)

FAKTUAL-INDONESIA: PT Bank Mandiri Tbk. (Persero) atau Bank Mandiri yakin pertumbuhan ekonomi di triwulan III-2022 akan lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya.

Dalam bagian lain, Bank Mandiri juga memperkirakan inflasi pada tahun 2022 akan meningkat hingga mencapai 6,27 persen usai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Demikian dikemukakan Direktur Treasury and International Banking Bank Mandiri Panji Irawan dan Ekonom Bank Mandiri Dian Ayu Yustina dalam acara Media Gathering and Presentasi Macroeconomic Outlook secara daring di Jakarta, Selasa.

Panji Irawan meyakini pertumbuhan ekonomi di triwulan III-2022 akan lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya.

“Berdasarkan hasil riset Tim Ekonom Bank Mandiri, indikator awal ekonomi domestik di sepanjang triwulan tiga seperti Retail Sales Index, Purchasing Manager Index, serta Mandiri Spending Index masih menunjukkan kinerja ekonomi yang positif,” ujar Panji.

Advertisement

Maka dari itu, hal tersebut menunjukkan kinerja perekonomian Indonesia masih sangat baik meski berada di tengah volatilitas pasar yang tinggi serta ancaman risiko global yang semakin besar.

Ia menuturkan pemulihan ekonomi di triwulan II-2022 sebelumnya relatif merata pasca pelonggaran mobilitas dan turunnya kasus COVID-19, sehingga ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,44 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy).

Pencapaian tersebut jauh lebih baik dari perkiraan pasar yang saat itu hanya memperkirakan pertumbuhan sebesar 5,2 persen (yoy).

Pertumbuhan positif itu, lanjut Panji, tentunya tidak terlepas dari penanganan pemerintah dalam mengendalikan pandemi COVID-19 dan akselerasi vaksinasi yang mampu melonggarkan mobilitas masyarakat.

“Jika tanpa pelonggaran mobilitas seperti kondisi pra pandemi, sangat sulit kinerja perekonomian sepanjang semester I-2022 dapat kita capai,” terangnya.

Advertisement

Di sisi lain, sambung dia, kinerja perekonomian sepanjang paruh pertama tahun ini banyak ditopang oleh pulihnya tingkat konsumsi masyarakat dan dibarengi kinerja ekspor yang cemerlang.

Selama periode Januari – Agustus 2022, neraca perdagangan mencatat surplus sebesar 34,9 miliar dolar AS atau secara signifikan lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2021 sebesar 20,7 miliar dolar AS.

Inflasi Tahun 2022

Bank Mandiri memperkirakan inflasi pada tahun 2022 akan meningkat hingga mencapai 6,27 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy) usai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Perkiraan ini sudah memperhitungkan dampak langsung dan tidak langsung dari kenaikan harga BBM,” kata Ekonom Bank Mandiri Dian Ayu Yustina.

Advertisement

Ke depan di tahun 2023 dengan berbagai respons kebijakan yang diambil oleh pemerintah maupun Bank Indonesia, ia memproyeksikan inflasi akan termoderasi menuju angka 4 persen, sehingga dampak dari kenaikan harga BBM tersebut hanya sementara.

Berdasarkan perhitungan Tim Ekonomi Bank Mandiri, kenaikan harga BBM jenis pertalite memberi dampak terhadap inflasi sebesar 1,24 persen (yoy), solar 0,17 persen (yoy), dan pertamax 0,11 persen (yoy). Dengan demikian totalnya adalah 1,67 persen (yoy) ditambah perhitungan kemungkinan kesalahan statistik sebesar 0,15 persen.

Angka tambahan dampak inflasi akibat kenaikan harga BBM menyebabkan perkiraan inflasi Bank Mandiri di tahun ini menjadi 6,27 persen (yoy) dari perkiraan sebelumnya yang sebesar 4,6 persen (yoy).

Sebaliknya, Bank Mandiri menemukan kenaikan harga BBM justru menyebabkan penurunan pertumbuhan ekonomi domestik tahun 2022 sebesar 0,33 persen (yoy).

Dian pun menuturkan inflasi Indonesia per September 2022 sudah berada di level 5,95 persen (yoy) akibat penyesuaian harga BBM oleh pemerintah sebagai dampak kenaikan harga minyak dunia.

Advertisement

“Namun ini patut kita apresiasi karena angka 5,95 persen (yoy) merupakan di bawah konsensus, artinya memang upaya-upaya pemerintah untuk meminimalisir dampak dari penyesuaian harga BBM ini sudah terlihat,” ucap dia.

Di sisi lain, dirinya mengungkapkan level inflasi Indonesia masih relatif lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain.

Keyakinan akan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang akan lebih tinggi dan perkiraan meningkatnya inflasi tahun 2022 dari Bank Mandiri itu dipantau dari laporan media antaranews.com di Jakarta, Selasa. Laporan dari acara Media Gathering and Presentasi Macroeconomic Outlook secara daring di Jakarta. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca