Ekonomi
Asyik, Akhir Pekan Cerah untuk Rupiah dan IHSG setelah Sama-sama Ditutup Menguat

Nilai tukar (kurs) rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri pekan ini dengan cerah setelah sama-sama ditutup menguat pada perdagangan Jumat (7/11/2025)
FAKTUAL INDONESIA: Asyik, akhir pekan yang ceah untuk rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada penutupan perdagangan Jumat (7/11/2025) sore, nilai tukar rupaih terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan IHSG BEI, kompak ditutup menguat.
Menguatnya rupiah di penutupan perdagangan hari ini meneruskan trens positif sehari sebelumnya. Namun perjalanan rupiah menguatkan nilai tukar sempat mencemaskan ketika dibuka melemah pada perdagangan Jumat pagi.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari ini melemah sebesar 4 poin atau 0,02 persen menjadi Rp16.705 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya yang tercatat Rp16.701 per dolar AS.
Secara perlahan akhirnya rupiah bangkit di penutupan perdagangan yang merupakan pergangan terakhir pekan ini.
Baca Juga : Siap-siap Rp1.000 Jadi Rp1, Menkeu Purbaya Masukan RUU Redenominasi Rupiah Renstra Kemenkeu 2025 – 2029
Rupiah dari melemah 4 poin akhirnya ditutup menguat 11 poin ke level Rp16.690 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.701 per dolar AS.
Sementara itu IHSG sudah menunjukan tanda-tanda menguat sejak pembukaan perdagangan ketika dibuka menguat 9,52 poin atau 0,11 persen ke posisi 8.346.58. Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,40 poin atau 0,05 persen ke posisi 848,05.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor menguat yaitu dipimpin sektor infrastruktur yang naik sebesar 2,20 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor properti yang masing-masing naik sebesar 1,78 persen dan 1,59 persen.
Sedangkan, empat sektor melemah yaitu sektor barang konsumen primer yang turun paling dalam sebesar 0,77 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor barang konsumen primer yang turun sebesar 0,36 persen dan 0,33 persen.
Baca Juga : Kondisi Rupiah Masih Lemah, IHSG BEI Membaik dan Menguat
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu KDTN, HDFA, CHEM, FPNI, dan GMTD. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni UNTD, DFAM, WOOD, SMMT, dan FLMC.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.013.174 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 26,36 miliar lembar saham senilai Rp15,67 triliun. Sebanyak 288 saham naik, 319 saham menurun, dan 202 saham tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 1.200,20 poin atau 2,33 persen ke 50.297,00, indeks Hang Seng melemah 16,99 poin atau 0,07 persen ke 25.935,41, indeks Shanghai menguat 9,06 poin atau 0,23 persen ke 3.969,25, dan indeks Strait Times melemah 5,60 poin atau 0,13 persen ke 4.417,12. ***