Ekonomi
Agar Tidak Tergilas Pebisnis Raksasa, Pemerintah Harus Percepat Digitalisasi UMKM

Anggota Komisi VI DPR RI Amin Ak, UMKM semakin terdesak
FAKTUALid – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) makin terdesak. Pemerintah perlu segera memperkuat dan mempercepat pembentukan ekosistem digital UMKM agar tidak semakin tergilas pebisnis raksasa.
“Pemerintah tidak bisa mengandalkan cara-cara biasa untuk mempercepat ekosistem digital UMKM, perlu program cepat, taktis dan terukur agar mereka tidak tergilas pebisnis raksasa yang menguasai pasar e-commerce,” kata Anggota Komisi VI DPR RI Amin Ak.
Dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI dengan Menteri Koperasi dan UKM di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (2/6/2021), Amin Ak mendesak pemerintah untuk segera memperkuat dan mempercepat pembentukan ekosistem digital guna mewadahi pengembangan pelaku UMKM.
Sebab, merger-nya platform digital raksasa seperti Gojek dan Tokopedia menjadi GoTo, membuat digitalisasi UMKM semakin terdesak, sehingga membutuhkan langkah strategis guna melindungi UMKM.
Lebih lanjut Amin mengatakan, Indonesia perlu belajar dari fenomena merger-nya raksasa digital di berbagai negara maju, yang pada akhirnya mengorbankan pelaku UMKM.
Dia mencontohkan hegemoni Google, Amazon, Facebook, dan Apple di Amerika Serikat atau Alibaba, Tencent, Baidu, ByteDance, dan JD di China.
Faktanya, menurut politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) ini, raksasa digital di kedua negara tersebut menjadi predator bagi pelaku UMKM.
Modus yang diterapkan para raksasa tersebut antara lain mencaplok UMKM, mengintegrasikannya ke dalam platform mereka, atau usaha sejenis untuk mematikan UMKM.
Amin mendesak pemerintah untuk memastikan konsolidasi GoTo dapat menciptakan efisiensi dalam penyediaan layanan kepada UMKM.
Integrasi kedua perusahaan tersebut, bisa menguntungkan pelaku usaha kecil dan mempercepat proses digitalisasi UMKM sehingga terjadi perluasan pasar bagi pelaku usaha UMKM.
“Pandemi Covid-19 telah menjadi mimpi buruk bagi UMKM, jangan biarkan mereka kembali bermimpi buruk akibat gurita digital yang mematikan bisnis mereka,” kata Amin.
Sejumlah faktor disebut legislator dapil Jawa Timur IV itu membuat pelaku UMKM kesulitan untuk terjun ke platform digital.
Pertama, banyak pelaku UMKM yang masih belum melek digital sehingga mereka kesulitan menggunakan fitur-fitur di berbagai platform yang ada.
Kedua, banyaknya pelaku UMKM yang kesulitan mengakses internet sehingga menghambat proses digitalisasi UMKM.
Data Kemenkop UKM menyebut, ada 63 persen pelaku UMKM yang kesulitan bekerja dari rumah karena kurangnya akses internet.
Hambatan ketiga, pandemi Covid-19 membuat jutaan UMKM terpuruk sehingga mereka kesulitan modal untuk bangkit. ***