Connect with us

Olahraga

Usia 46 Tahun Andrian Raturandang Juara Tunggal Turnamen Tenis Maesa Paskah 2022

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Andrian Raturandang beraksi di final tunggal putra Turnamen Tenis Maesa Paskah 2022 di lapangan utama Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/4/2022)

Andrian Raturandang beraksi di final tunggal putra Turnamen Tenis Maesa Paskah 2022 di lapangan utama Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/4/2022)

FAKTUAL-INDONESIA: Mantan petenis nasional Andrian Raturandang ( 46 th) menunjukkan sisa sisa keperkasaan di lapangan tenis Hotel Sultan Jakarta saat final tunggal putra kelompok umum turnamen Maesa Paskah 2022, Minggu (17/4/2022).

Andrian berhasil menjinakkan permainan Daniel Sanger di final yang saat ini aktip sebagai pemain nasional soft tennis dengan angka 8-4 yang cukup menarik penonton di lapangan utama.

Sebenarnya di semifinal Andrian juga mau dijegal pemain Mario Alibasya dengan permainan keras saling adu power, tapi unggul dalam pengalaman sehingga Andrian bisa unggul 5-1. Kemudian Mario merubah permainannya sampai bisa angka  5-4. Dengan modal pengalaman Andrian merubah pola permainan dengan serve volley sehingga menutup angka 8-4.

“Saya ucapkan terina kasih kepada Maesa Paskah diberikan kesempatan bertanding. Ini sih sebagai uji coba kemampuan. Ternyata masih bisa jadi yang terbaik,” ujar Andrian yang telah menjadi pelatih dengan memiliki Trainning Camp.

Sebagai semifinalis lainnyan adalah Ferdy Fauzi yang tumbang dari Daniel Sanger.

Advertisement

Turnamen Tenis Maesa Paskah 2022 diselenggarakan sejak 15-17 April 2022 di lapangan tenis Hotel Sultan Jakarta dengan mempertandingkan kelompok junior, kelompok umum dan kelompok veteran.

” Kami bertujuan untuk menjaring kemampuan petenis yunior asal dari Sulawesi Utara dan Gorontalo sehingga diadakan kelompok yunior yang ternyata sudah minim.” kata Ketua Panitia Yolanda Soemarno didampingi oleh Lanny Kaligis Lumanauw dan Lita Sugiarto.

Peserta ternyata datang dari Manado, Tondano, Gorontalo, Palu, Makassar, Palangka Raya, Indramayu dan Jakarta.

Di kelompok veteran muncul nama-nama petenis lawas bahkan sudah terjum ke soft-tennis seperti Ferly Montolalu yang berpasangan dengan Rommy Tuwaidan dari Jakarta keluar sebagai juara ganda putra 100 dan runner up Teddy Widi/Marco Sitepu dari Jakarta, semifinalis Steven Runtuwene/Marnex Berhimpong dari Manado dan Apia Wagei/Noldy Sumendap dari Manado.

Ganda putra 120 th keluar sebagai juara Wempie Mangundap/Christian asal Makassar dan runner up Adrian Tapada/Jerry Tangkilisan dari Jakarta dan senifinalis Ronny Maramis/Mulyono dari Manado dan Arthur Rorek/ Denny Lumenta( Jakarta/Manado).

Advertisement

Veteran ganda putri 90 tahun keluar sebagai juara Conny Maramis/Poliantes Sapulete ( Palu/Jakarta), runner up Jeane Sumerah/Wanda Jane asal Jakarta dan semifinalis Jane Maukar/Rosita dari Jakarta.

Sedangkan tunggal putra KU 10 tahun keluar sebagai juara Kenneth Nicolas Tene dari Jakarta setelah di final kalahkan Bradley William 8-6 sehingga Bradley harus puas keluar sebagai runner up.

Sedangkan tunggal putri 10 tahun keluar sebagai juara andalan Tondano, Kinara Rey, runner up Michelle Christie Harjanto dari Jakarta, semifinalis Adelaide Matahari Samboh S dan Marshlla Limbong dari Jakarta.

Tunggal putra 12 tahun keluar sebagai juara Bradley William dari Jakarta, runner up Key Rey dari Tondano dan semifinalis Kenneth Nicholas Tene dan Marvel Timothy Harjanto dari Jakarta.

Tunggal putri 12 tahun keluar sebagai juara Claire Jane Tunbuan-Kwok dari Jakarta, runner up Michelle  Christie Harjanto ( DKI), semifinalis Kinara Rey asal Tondano.

Advertisement

Tunggal putra 14 tahun keluar sebagai juara Gabriel Barack Majampoh ( DKI), runner up Key Rey asal Tondano, semifinalis Adhara  Satya Sanjaya Sakti( kab Bogor) dan Matthew Bartolomeus Harjanto asal DKI.

Tunggal putri 14 tahun keluar sebagai juara Maela Wulan Brunsard(DKI), runner up Clare Jane Tumbuan-Kwok( DKI) dan semifinalis  Anastasya Aura Tiara Muliawan ( Kab Bogor)

August Ferry Raturandang selaku pengamat tenis mengatakan semangat Maesa mulai bangkit dan tidak pernah padam.

“Semangat Maesa tidak pernah akan mati karena asalnya datang dari masyarakat Kawanua di perantauan sejak 1924,” ujarnya dikenang sebagai pelaku tenis Opa AFR.

Tiba saat komunitas Kawanua bersatu kembali melalui olahraga dibawah Maesa.

Advertisement

Situasi sekarang dinamika politik bisa membuat masyarakat bisa berakibat terpecah belah. Tetapi justru Maesa melalui Olahraga yang dirintis okeh cabang olahraga tenis bisa mempersatukan masyarakat Kawanua di perantauan. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement