Ekonomi
Minyak Goreng Curah Langka, Warga Jogja Lari Beli Kemasan

Warga pindah ke migor kemasan. (Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Saat ini, mulai terjadi perubahan di masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terkait kebiasaan dalam pembelian komoditas minyak goreng. Hal ini disampaikan Kepala Badan Intelejen Negara Daerah (BINDA) DIY Brigjen Pol Andry Wibowo, Kamis (31/3/2022).
Saat memantau ketersediaan di salah satu distributor di Yogyakarta, Andry menjelaskan warga kini mulai banyak yang memilih membeli minyak goreng kemasan.
“Karena sulit mendapat minyak goreng curah, akhirnya konsumen lari ke kemasan,” katanya. Di sisi lain, pasokan minyak goreng curah sendiri masih terkendala.
Distributor minyak goreng CV Arista, Adit, membenarkan pasokan minyak goreng curah tidak lancar. “Hingga kini kami tidak bisa order minyak goreng curah,” ungkapnya.
Dia mengaku tidak tahu penyebabnya namun tidak bisa mendapatkan kiriman. Menurut Adit sudah slbeberapa hari ini tidak mendapat pasokan minyak goreng curah. Sedang untuk minyak goreng kemasan tersedia banyak.
Andry Wibowo menambahkan saat ini juga terjadi kenaikan harga terigu dan tapioka. Tepung terigu, mengalami kenaikan harga yang diperkirakan karena kondisi global.
Sentara tapioka, karena banyaknya permintaan ekspor sehingga di dalam negeri berkurang.
“penyelesaian masalah tiga komoditas ini memerlukan perlakuan yang berbeda,” katanya.***














