Kesehatan
Hari Kesehatan Mental, Depresi Masyarakat Selama Pandemi Saatnya Dipulihkan
FAKTUAL-INDONESIA: Hari kesehatan mental sedunia atau world mental health day dirayakan pada 10 Oktober setiap tahunnya. Tahun ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengambil tema Mental health care for all: let’s make it a reality.
Kesehatan jiwa memang menjadi hal yang penting untuk diperhatikan, apalagi di masa pandemi Covid-19. Faktanya tak hanya kesehatan secara fisik yang terpapar, banyak orang yang merasa depresi akibat pandemi ini.
Tak hanya itu, walau tanpa pandemi Awareness Day menyebut, setiap tahun satu dari empat orang dewasa serta satu dari sepuluh anak memiliki masalah kesehatan jiwa. Kesehatan jiwa yang terganggu bisa berpengaruh terhadap kehidupan, kemampuan untuk melewati hari, mempertahankan hubungan, bahkan mempertahankan pekerjaan.
Selain itu, stigma yang melekat pada kesehatan mental juga masih cenderung negatif. Kurangnya informasi dan pengetahuan mempersulit mereka yang memang memiliki masalah kesehatan jiwa untuk mendapatkan atau mencari bantuan.
Psikolog klinis dewasa lulusan Universitas Padjadjaran Nago Tejena berbagi kiat untuk melakukan relaksasi pikiran dari kesibukan sehari-hari yang mungkin dapat memicu seseorang menjadi lelah secara fisik maupun mental.
Kiat yang disarankan Nago adalah memulai hobi baru seperti memasak, yang semakin digemari masyarakat di tengah pandemi.
“Fungsi memasak bukan cuma untuk sebagai hiburan atau pengalihan. Memasak bisa membantu kita untuk tetap produktif, sehingga tidak hanya pasif lantaran dipaksa pandemi,” ujarnya.
Hobi lainnya yang bisa dicoba adalah mempercantik halaman rumah dengan berkebun.
Selain menambah estetika serta kesejukan rumah, berkebun juga bermanfaat untuk menyegarkan pikiran, sehingga menjadi salah satu hobi banyak masyarakat selama pandemi.
“Berkebun memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan mental kita. Kita bisa melatih konsentrasi, menata dengan mindful, serta kembali terkoneksi dengan alam yang mungkin selama ini kita tinggalkan,” kata Nago.
Kiat lainnya adalah melakukan olahraga di rumah, yang menurut Nago selain membuat tubuh lebih bugar juga dapat meningkatkan kesehatan mental.
Selanjutnya bila rasa cemas kian berlarut, Nago menyarankan untuk menghubungi ahli atau profesional. Menurut dia, gangguan kecemasan berlebih yang telah mengganggu pola hidup atau membuat selalu gelisah menjadi tanda seseorang perlu bantuan profesional.
“Meminta bantuan profesional kesehatan mental bukanlah suatu hal yang memalukan. Justru langkah tersebut adalah bukti bahwa kita peduli dan sadar akan pentingnya menjaga diri,” ujarnya.***















