Connect with us

Kesehatan

Sehatkan Lingkungan dengan Mensterilkan Hewan Peliharaan

Diterbitkan

pada

Foto: Istimewa

FAKTUALid – Hewan peliharaan, seperti kucing dan anjing menyenangkan pemiliknya, ketika masih berjumlah dua hingga tiga ekor. Tapi ketika hewan itu kawin dan beranak justru memusingkan. Apalagi rumah sang pemilik di lahan yang minimalis.

Yang kerap terjadi, bila anak-anak kucing dan anjing tidak ada yang bersedia mengadopsi, si pemilik cenderung membuangnya ke pasar. Padahal, si pemilik sebetulnya bisa melakukan pengendalian populasi hewan peliharaannya dengan cara mensterilkan, sehingga secara tidak langsung turut berkontribusi untuk menyehatkan lingkungan.

Bahkan dokter hewan anggota Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Novi Wulandari mengatakan keputusan pemilik atau majikan untuk mensterilkan hewan peliharaannya dapat mengoptimalkan kesejahteraan dan kualitas hidup dari hewan peliharaan.

“Kalau misalnya tidak disteril, lalu dia kawin dan beranak. Seringkali yang terjadi pemilik hewan peliharaan bingung ketika sudah lahiran. Ini kitten atau pupies-nya harus diapakan. Karena kebanyakan dan kewalahan akhirnya malah di buang ke pasar. Ini kan jadinya menelantarkan, tidak mendukung kesejahteraan hewan. Jadi tentu lebih baik disteril,” kata dokter Novi dalam konferensi pers virtual ditulis Sabtu (7/8/2021).

Meski hewan peliharaan seperti anjing dan kucing disterilkan, mereka tetap dapat melakukan kawin. Sehingga itu tidak dapat menjadi alasan pemilik hewan peliharaan merasa “kasihan” dan urung untuk mengambil tindakan steril.

Advertisement

Dengan steril, tentunya pemilik ikut andil dalam gerakan pengendalian populasi hewan sehingga para hewan kesayangan bisa mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik dengan pengasuhan dan perawatan yang optimal.

Salah satu pemilik dan pecinta anjing yaitu artis Ryan Delon juga sependapat untuk mensterilkan hewan atau anak- anak bulu kesayangannya agar mereka dapat sejahtera. Sebagai pemilik dari banyak anjing dan kucing, dia mensterilkan hewan peliharaannya itu agar tidak terjadi penelantaran di kemudian hari khususnya jika ternyata anjing atau kucingnya berkembang biak.

“Saya sangat setuju steril, karena misalnya di klaster rumah saya saja itu ya. Banyak anak anjing atau kitten yang terlantar. Mereka akhirnya tidak terurus, banyak yang terlantar. Nah saya sebagai pemilik anjing dan kucing harus bertanggung jawab pada kesejahteraan mereka. Tentu saya pilih sterilkan mereka sebagai bentuk tanggung jawab saya biar hal yang sama tidak terjadi, agar mereka tidak berkembang biak dan tidak terlantar,” ujar ayah dengan dua anak itu.

Steril hewan peliharaan apalagi kucing dan anjing sering kali dianggap tabu oleh masyarakat. Masih banyak sekali pemilik hewan peliharaan yang kontra untuk mensterilkan anak- anak bulunya karena merasa kasihan pada kucing atau anjingnya.

Namun sebenarnya steril hewan peliharaan itu memberikan dampak baik tidak hanya untuk lingkungan manusia tapi juga untuk kesehatan para kucing dan anjing. Setidaknya dengan steril, manusia dapat menghindarkan anak- anak bulunya dari penyakit- penyakit kronis seperti kanker payudara, infeksi saluran rahim, hingga kanker ovarium, hingga kanker prostat.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement