Nasional
Buka Hari Sabtu, Gunung Semeru Jatim Erupsi dengan Kolom Abu Setinggi 1000 Meter

Gunung Semeru di Jawa Timur teramati erupsi pertama kali Sabtu (21/3/2026) pukul 02:12 WIB dengan tinggi kolom abu 1000 m di atas puncak. (Magma Indonesia)
INDONESIA: Gunung Semeru di Jawa Timur membuka Hari Sabtu (21/3/2026) yang bertepatan dengan Hari Raya Idulfitri 1447 H, dengan erupsi selama 388 detik. Dalam erupsi pukul 02.12 WIB itu, Gunung Semeru melontarkan kolom abu setinggi 1000 meter.
“Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Sabtu, 21 Maret 2026, pukul 02:12 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 1000 m di atas puncak (± 4676 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 388 detik,” tulis petugas PVMBG, Mukdas Sofian, AMd seperti dilansir laman Magma Indonesia.
Ini merupakan erupsi Gunung Semeru dengan tinggi kolom abu 1.000 m dalam sehari. Sebelumnya pada Jumat (20/3/2026), Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang itu juga melontarkan kolom abu dengan tinggi yang sama saat erupsi pukul 05.26 WIB.
Pada Jumat, Gunung Semeru tercatat erupsi enam kali. Dari enam kali erupsi itu tiga diantaranya tidak teramati. Sedangkan dua erupsi lainnya Gunung Semeru melontarkan kolom abu setinggi 600 dan 500 m.
Mengamati aktivitas Gunung Semeru, PVMBG memberikan rekomendasi:
- Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
- Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
- Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. ***














