Nasional
“Keajaiban” 21 Hari: Menkes Resmikan Dua Puskesmas yang Sempat Rata dengan Tanah di Aceh

Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, meresmikan langsung kedua Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di dua titik berbeda: Kecamatan Lokop, Kabupaten Aceh Timur, dan wilayah Jambur Lak-Lak, Kabupaten Aceh Tenggara. (Kemenkes)
FAKTUAL INDONESIA: Kecepatan dan kolaborasi menjadi kunci bangkitnya layanan kesehatan di Tanah Rencong. Hanya dalam waktu tiga minggu sejak luluh lantak akibat bencana, dua Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Aceh kini berdiri kokoh kembali.
Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, meresmikan langsung kedua fasilitas kesehatan tersebut di dua titik berbeda: Kecamatan Lokop, Kabupaten Aceh Timur, dan wilayah Jambur Lak-Lak, Kabupaten Aceh Tenggara.
Bagi banyak orang, membangun gedung permanen dalam 21 hari terdengar mustahil. Namun, bagi Menkes Budi, ini adalah hasil dari kerja keras lintas sektoral yang luar biasa.
“Ada dua Puskesmas yang hancur total di Aceh. Alhamdulillah, keduanya bisa diselesaikan dalam waktu tiga minggu, dan hari ini kita resmikan agar bisa langsung melayani masyarakat,” ujar Menkes seperti dilansir laman kemenkes.
Keberhasilan ini tak lepas dari peran Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang mengerahkan teknis pembangunan cepat, memastikan infrastruktur kesehatan tidak perlu menunggu berbulan-bulan untuk kembali berfungsi.
Ekosistem Layanan
Membangun gedung hanyalah setengah dari perjuangan. Agar layanan benar-benar berjalan, Menkes menggandeng sektor swasta dan yayasan untuk mengisi “napas” di dalam Puskesmas tersebut.
Dukungan dari PT Pegadaian dan PT Jayamas Medica Industri Tbk memastikan alat kesehatan serta perabotan tersedia lengkap. Tak hanya itu, Yayasan Amanah Bakti Negeri turut memperkuat armada kesehatan di Aceh dengan mendistribusikan:
- 3 Unit Ambulans & 3 Unit Motor Layanan Kesehatan.
- 35 Unit Starlink (untuk memastikan akses internet di daerah terpencil).
- 35 Genset & 35 Unit Filter Air Bersih.
Kado Manis Sebelum Lebaran
Selain fasilitas umum, Menkes Budi memberikan perhatian khusus pada nasib para Tenaga Kesehatan (Nakes) yang rumahnya turut hancur akibat bencana. Kemenkes berkomitmen memantau proses perbaikan hunian nakes setiap dua minggu sekali.
“Harapannya sebelum Ramadan dan Lebaran, mereka sudah bisa kembali ke rumah, beristirahat dengan nyaman, dan bekerja optimal melayani masyarakat,” tambah Menkes.
Komitmen Ketahanan Kesehatan
Langkah cepat ini menjadi standar baru bagi Kementerian Kesehatan dalam merespons bencana. Fokusnya bukan hanya pada rehabilitasi fisik, tetapi juga memperkuat ketahanan sistem kesehatan di wilayah rawan bencana agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan dasar yang optimal tanpa hambatan berarti. ***













