Olahraga
Raja Sapta Oktohari Dampingi Sheikha Asma Al-Thani Raih The Explorer Grand Slam, Prihatin Salju Carstensz Pyramid akan Hilang

Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari memberikan keterangan kepada awak media tentang sukses menemani Sheikha Asma Al-Thani Raih The Explorer Grand Slam Dalam Pendakian Carstensz Pyramid. (NOC Indonesia/Naif Muhammad Al’as)
FAKTUAL INDONESIA: Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari ungkap keprihatinannya setelah berhasil mencapai Cartensz Pyramid di Papua dalam misi ekspedisi bersama Sheikha Asma Al-Thani untuk menuntaskan pencapaiannya sebagai The Explorer’s Grand Slam.
Explorer’s Grand Slam adalah titel yang diberikan untuk seorang pendaki yang mampu mencapai puncak tujuh gunung tertinggi dari tiap benua di dunia dan bermain ski sampai di titik nol derajat masing-masing kutub. Pencapaian ini menjadikan Sheikha Asma sebagai wanita Arab pertama yang berhasil menyandang gelar Explorers Grand Slam, serta orang Qatar pertama yang mencapai Puncak Carstensz.
Baca Juga : Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari Bangga Atas Penyelenggaraan The 7th Southeast Asia Bridge Federation Championships 2024 (SEABFC)
“Lima tahun terakhir, Cartensz ini ditutup. Jadi ketika dibuka, seluruh dunia antusias. Kami sangat prihatin karena salju di puncaknya diperkirakan akan hilang dalam 1-2 tahun ke depan. Kami ingin memastikan bahwa keindahan alam ini dapat dinikmati oleh generasi mendatang,” kata Okto, sapaan akrab Raja Sapta Oktohari.
Selain itu, Puncak Jaya di Papua dipilih menjadi puncak terakhir yang dicapai Sheikha Asma yang merupakan Director Marketing and Communication NOC Qatar. Dalam kesempatan itu, Sheikha Asma juga meminta Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari untuk ikut mendampinginya.
“Banyak hal yang saya petik dari perjalanan ke Cartensz Pyramid. Salah satunya, NOC Indonesia berkomitmen untuk menjaga infrastruktur pendakian, khususnya di Cartensz. NOC Indonesia bersama dengan HIPMI Adventure kemarin juga menyumbangkan tali yang dipakai untuk mendaki di Cartensz yang terpasang sebanyak 800 meter dari 1200 meter yang dibutuhkan,” jelas Okto.
“Lewat perjalanan ini, kami juga ingin menyampaikan kepada dunia bahwa Indonesia punya destinasi yang bagus dari sisi pegunungan untuk dikunjungi. Ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mendukung pengembangan olahraga dan pariwisata di Indonesia dan ini sudah dibuktikan oleh Sheikha Asma,” imbuhnya.
Baca Juga : Presiden NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari Berjuang Indonesia Bisa Menjadi Penentu Regulator di Asia Melalui OCA
Sementara itu, Cartensz Pyramid menjadikan Sheikha Asma sebagai menjadi wanita Arab pertama yang berhasil menyandang gelar Explorers Grand Slam, serta orang Qatar pertama yang mencapai puncak Carstensz.
Perjalanan mendapatkan titel Explorer Grand Slam Sheikha Asma dimulai pada tahun 2014 ketika ia pertama kali berdiri di puncak Kilimanjaro. Kemudian dilanjutkan dengan bermain ski di Kutub Utara pada 2018 dan mencapai puncak tertinggi di Amerika Latin, Gunung Aconcagua (6,962 mdpl).
“Setiap pendakian sejak saat itu adalah tentang mendorong batas dan menemukan apa yang mungkin. Namun, Carstensz Pyramid adalah tantangan ketahanan yang unik, karena mencapai puncaknya merupakan langkah terakhir dalam pencarian saya untuk menyelesaikan Explorers Grand Slam,”
Pada 2021, Sheikha Asma juga berhasil mencapai puncak tertinggi di Eropa yakni Gunung Elbrus (5,642 mdpl) serta puncak tertinggi di Antartika, Vinson Massif (4,892 mdpl). Berlanjut ke tahun 2022, ia melanjutkan ekspedisi Explorer Grand Slam-nya dengan bermain ski di Kutub Selatan, berdiri di titik tertinggi bumi yang berada di benua Asia, Gunung Everest (8,848 mdpl) serta mencapai Puncak Denali (6,190 mdpl) di benua Amerika Utara.
Baca Juga : Olimpiade 2024 Paris: Raih 2 Emas, Raja Sapta Oktohari: Proses Kebangkitan Indonesia di Ajang Tertinggi Olahraga Dunia
“Saya berharap pengalaman ini dapat menginspirasi orang lain, terutama perempuan muda di dunia Arab dan di luar sana, untuk menyadari bahwa tidak ada impian yang terlalu besar. Jalan mungkin sulit, tetapi setiap langkah membawa kita lebih dekat untuk mencapai apa yang kita inginkan,” ucap Sheikha Asma.
“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Komite Olimpiade Indonesia, khususnya kepada Presiden Raja Sapta Oktohari. Dedikasi Anda terhadap olahraga dan kepemimpinan sungguh menginspirasi. Saya juga sangat berterima kasih kepada rakyat Indonesia atas keramahan yang telah saya terima. Sejak saya tiba, saya merasa disambut dengan kebaikan dan kemurahan hati mereka, yang membuat pengalaman ini benar-benar tak terlupakan,” tutupnya. ***














