Connect with us

Lifestyle

Hari Musik Nasional Disamakan dengan Hari Lahir WR Supratman, Ini Agendanya

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Tanggal 9 Maret ditetapkan menjadi  Hari Musik Nasional disamakan dengan hari lahir Wage Rudolf Supratman, atau lebih dikenal dengan nama WR Supratman,  Pahlawan Nasional yang juga menciptakan lagu Indonesia Raya

Tanggal 9 Maret ditetapkan menjadi Hari Musik Nasional disamakan dengan hari lahir Wage Rudolf Supratman, atau lebih dikenal dengan nama WR Supratman, Pahlawan Nasional yang juga menciptakan lagu Indonesia Raya

FAKTUAL INDONESIA: Hari ini, Sabtu (9/3/2024), merupakan hari Musik Nasional yang sudah berjalan selama 11 tahun ini.

Hari Musik Nasional pertama kali digelar pada tanggal 9 Maret 2013 berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 10 Tahun 2012 tentang Hari Musik Nasional.

Penetapan Hari Musik Nasional pada tanggal 9 Maret 2013 bukanlah sekadar untuk mencari angka cantik namun ada alasan yang mendasarinya.

Peringatan Hari Musik Nasional tahun 2024 dipusatkan di Jakarta dan Surabaya, Jawa Timur dengan berbagai agenda mulai dari konser, diskusi dan juga ziarah.

Alasan tanggal 9 Maret ditetapkan menjadi  Hari Musik Nasional disamakan dengan hari lahir Wage Rudolf Supratman, atau lebih dikenal dengan nama WR Supratman. Pahlawan Nasional yang juga menciptakan lagu Indonesia Raya.

Advertisement

Selain itu, latar belakang penetapan adanya Hari Musik Nasional juga bertujuan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap musik-musik nasional Indonesia. Mengingat, pada masanya, musik nasional berperan penting dalam mengobarkan semangat kemerdekaan.

Di samping itu, penetapan Hari Musik Nasional setiap tanggal 9 Maret juga merupakan bentuk apresiasi terhadap musik dan musisi Indonesia. Harapannya, dengan adanya penetapan Hari Musik Nasional dapat meningkatkan rasa percaya diri para musisi Indonesia, serta lebih termotivasi menciptakan karya terbaik dan mencetak prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Ambon Kota Musik Dunia

Dilansir dari laman kemenparekraf.go.id, berbicara tentang Hari Musik Nasional, tahukah Sobat Parekraf, ternyata Indonesia memiliki satu daerah yang mendapatkan predikat sebagai “Kota Musik Dunia” oleh UNESCO sejak 2019. Kota tersebut adalah Kota Ambon. Dikutip dari laman kemlu.go.id, penetapan Kota Musik Dunia oleh UNESCO tersebut juga menjadikan Ambon masuk dalam jaringan 66 Kota Kreatif Dunia UNESCO.

Dengan predikat tersebut, Ambon dan kota-kota kreatif lainnya akan terus berupaya melakukan kolaborasi, sekaligus menjadikan kreativitas dan ekonomi kreatif sebagai upaya pembangunan kota. Dengan begitu, ke depannya Kota Kreatif UNESCO dapat menjadi kota yang tangguh dan berkelanjutan.

Advertisement

Salah satu alasan Ambon terpilih sebagai Kota Musik Dunia oleh UNESCO, karena musik berfungsi sebagai media pemersatu yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Ambon. Belum lagi, citra “suara emas” begitu melekat pada diri masyarakat Ambon.

Tentunya citra tersebut tidak bisa dipisahkan dari banyaknya penyanyi atau musisi lokal berdarah Ambon yang sukses di pasar nasional dan internasional. Beberapa di antaranya: alm Glenn Fredly, Monita Tahalea, Benny Likumahuwa, Marcello Tahitoe (Ello), Ruth Sahanaya, dan masih banyak lagi.

Di samping itu, terpilihnya Ambon sebagai Kota Musik Dunia didukung dengan infrastruktur penunjang berupa penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM), studio rekaman, dan sekolah musik di ibu kota Provinsi Maluku ini. Ditetapkannya Kota Ambon sebagai Kota Musik Dunia juga tidak bisa dipisahkan dari pembangunan gedung pertunjukan seni di Taman Pattimura yang kini telah menjadi ikon wisata Kota Ambon, dengan ikon air mancur menari dan gitar raksasa.

Dalam jangka panjang, terpilihnya Kota Ambon sebagai Kota Musik Dunia dan masuk dalam daftar Kota Kreatif UNESCO, diharapkan dapat memberi kontribusi nyata untuk dapat mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, melalui pemikiran dan tindakan inovatif dengan menempatkan budaya sebagai pilar penting yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

Ekosistem Musik Indonesia

Advertisement

Dalam peringatan Hari Musik Indonesia tahun 2024 yang mengangkat tema “Merdeka Berbudaya Memajukan Musik Indonesia” telah digelar beberapa mulai 7-9 Maret 2024 yang berlangsung di dua kota yaitu Jakarta dan Surabaya, Jawa Timur.

Menurut Direktur Perfilman, Musik, dan Media Kemendikbudristek, Ahmad Mahendra, kegiatan yang dilaksanakan dalam perayaan Hari Musik Nasional 2024 merupakan wujud penghargaa kepada seluruh musisi tanah air.

“Melalui karyanya, para musisi tanah air dapat terus berkontribusi bagi pemajuan kebudayaan Indonesia,” ujar Mahendra, Jumat (8/3/2024).

Disebutkan Mahendra, dari rangkaian acara Hari Musik Nasional 2024 akan terlihat kemajuan ekosistem musik Indonesia.

Bertepatan pada Hari Musik Nasional, 9 Maret 2024, kegiatan akan digelar di dua lokasi, yaitu Jakarta dan Surabaya. Di Auditorium LPP RRI Jakarta akan digelar konser bertajuk Musik untuk Semua berkolaborasi bersama Dwiki Dharmawan.

Advertisement

Pelaksanaan Musik untuk Semua disiarkan secara dalam dan luar jaringan menggandeng DPD

Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) sehingga dapat disaksikan di 36 kafe dan restoran di berbagai provinsi.

Sementara di Pendopo Taman Budaya Jawa Timur akan berlangsung Diskusi Musik Kebangsaan

bersama Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid, Joko S Gombloh,

Isfamhari, serta beberapa ketua komunitas musik Indonesia.

Advertisement

Agenda lainnya di Surabaya adalah ziarah ke makan WR Soepratman, pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya. Sejumlah perwakilan pemerintah daerah, musisi, dan pelajar akan mengikuti agenda Ziarah Indonesia Raya.

Bertepatan dengan Hari Musik Nasional 2024, juga digelar Peluncuran dan Mini Konser Kita Cinta Lagu Anak (KILA) di Taman Budaya Jawa Timur yang diisi oleh penampilan para Duta dan peserta KILA.

Sebelumnya, pada Kamis, 7 Maret akan berlangsung Symphonesia Lintas Era Musik 80an bersama Erwin Gutawa Orkestra. Acara akan diadakan di Taman Ismail Marzuki Jakarta. Symphonesia akan menghadirkan berbagai karya lagu dari legenda musisi Tanah Air seperti

Chrisye dan Vina Panduwinata. Selain itu, ada pula tribute to January Christi bersama Rahmania Astrini.

Kemudian Jumat, 8 Maret, pihaknya mempersembahkan Indonesia Bermusik di Pendopo Taman Budaya Jawa Timur. Indonesia Bermusik menghadirkan musisi cilik berbakat Geraldine Laura yang memainkan piano sambil membawakan beberapa lagu nasional. Masyarakat juga akan dihibur dengan aksi kesenian musik daerah dari para seniman lokal. ***

Advertisement

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement