Wisata

Program Museum Gratis HUT Jakarta Sedot 29.189 Pengunjung

Published

on

Kunjungan ke museum di Jakarta meningkat.(Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Program kunjungan gratis ke museum yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

Selama tiga hari pelaksanaan yaitu 22 Juni, 27 Juni dan 28 Juni, sebanyak 29.189 orang memanfaatkan program tersebut dengan mengunjungi empat museum yang dikelola Unit Pengelola (UP) Museum Kesejarahan Jakarta.

Mengutip siaran pers Pemprov Jakarta pada Selasa (30/6/2026), program yang merupakan arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, itu berlangsung di Museum Sejarah Jakarta, Museum Prasasti, Museum MH Thamrin, dan Museum Joang ’45. Kebijakan menggratiskan tiket masuk museum dinilai berhasil meningkatkan minat masyarakat untuk mengunjungi destinasi wisata sejarah sekaligus memperkuat edukasi tentang perjalanan Kota Jakarta.

Berdasarkan data resmi, jumlah pengunjung pada Senin (22/6/2026), bertepatan dengan peringatan HUT ke-499 Jakarta, tercatat sebanyak 1.484 orang. Antusiasme masyarakat meningkat tajam pada akhir pekan. Pada Sabtu (27/6/2026), jumlah pengunjung mencapai 12.422 orang, kemudian kembali meningkat menjadi 15.263 orang pada Minggu (28/6/2026).

Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah menjadi destinasi paling diminati selama program berlangsung. Museum yang berada di kawasan Kota Tua tersebut mencatat 12.078 pengunjung pada Sabtu dan 14.983 pengunjung pada Minggu. Capaian itu menjadi rekor kunjungan harian tertinggi sejak masa pandemi Covid-19, sekaligus menjadi kali pertama jumlah pengunjung menembus angka 10 ribu orang dalam satu hari.

Advertisement

Kepala Unit Pengelola Museum Kesejarahan Jakarta, Retno Ayati, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa museum masih menjadi ruang edukasi dan rekreasi yang diminati berbagai kalangan.

“Kami sangat bangga melihat museum dipenuhi keluarga, pelajar, dan komunitas yang ingin mengenal lebih dekat rekam jejak perjuangan serta perkembangan Jakarta hingga usianya yang ke-499,” ujar Retno, Selasa (30/6/2026).
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary, menilai tingginya jumlah pengunjung menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mencintai dan melestarikan warisan budaya ibu kota.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut akan menjadi dorongan bagi Pemprov DKI untuk terus menghadirkan museum yang inklusif, edukatif, dan inovatif sebagai ruang publik yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.

Selain meningkatkan kualitas layanan, pengelola museum juga akan mengembangkan berbagai program edukasi yang lebih interaktif agar museum semakin diminati sebagai destinasi wisata budaya dan pembelajaran, baik oleh warga Jakarta maupun wisatawan dari berbagai daerah.***

Advertisement
Exit mobile version