Wisata

Wae Rebo, Desa Wisata di atas Awan dengan Ikon 7 Rumah Adat

Published

on

Rumah adat, hamparan rumput hijau dan kabut jadi pesona bernuansa magis menjadi daya tarik Desa Wisata Wae Rebo

Rumah adat, hamparan rumput hijau dan kabut jadi pesona bernuansa magis menjadi daya tarik Desa Wisata Wae Rebo

FAKTUAL-INDONESIA: Wae Rebo dinobatkan sebagai Desa Wisata Terbaik Kategori Daya Tarik Wisata pada Ajang Dewa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Desa di pegunungan terpencil Kampung Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese Barat, Manggarai, Nusa Tenggara Timur itu memiliki berbagai daya tarik dan keunikan.

Dengan berbagai potensinya itu, Desa Wisata Wae Rebo berhasil menjadi salah satu dari tiga wakil Indonesia di ajang Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno berharap capaian itu dapat membuat keberadaan Desa Wisata Wae Rebo semakin baik kedepannya.

“Saya titipkan etos kerja 4 AS, yaitu kerja keras bagaimana kita menunjukkan bahwa masyarakat Desa Wae Rebo ini adalah pekerja keras. Kedua, kerja cerdas, kecerdasan kita untuk mengelola kelestarian alam. Ketiga, kerja tuntas, dengan mendapatkan hasil terbaik di UNWTO. Dan terakhir, kerja ikhlas, kita berikan yang terbaik dan sisanya kita serahkan yang di atas untuk menentukan. Tapi saya yakin Wae Rebo akan mendapatkan hasil yang terbaik,” ujar Sandiaga saat mengunjungi desa Wae Rebo, 3 Desember 2021.

Berada di atas ketinggian 1.000 mdpl,  Wae Rebo sering disebut surga di atas awan.

Advertisement

Surga di atas awan ini memiliki 7 rumah adat yang menjadi ikon dari Wae Rebo, yakni Mbaru Niang, yang berbentuk kerucut.

Pembauran yang ada pada adat dan kebudayaan Wae Rebo terlihat pada 7 ikon itu. Ada unsur Minang dalam arsitektur bangunannya.

Pengaruh Minang bisa dijumpai pada arsitektur Niang Dangka, atap Mbaru Niang ini.

Kesan magis, namun damai, tenang, dan sejahtera dihadirkan oleh pesona hamparan rumput hijau yang dikelilingi pegunungan lengkap dengan kabut.

Ada juga sumber mata air yang berasal dari pegunungan yang dimanfaatkan oleh masyarakat desa untuk mandi, mencuci, dan untuk minum sehari-hari.

Advertisement

Sumber mata air ini dinamai Sosor, yang di mana terdapat dua jenis yaitu Sosor Pria dan Sosor Wanita.

Budaya di Wae Rebo pun masih kental. Yakni adanya upacara adat yang bernama Ritus Upacara Penti.

Upacara ini merupakan bentuk syukur masyarakat kepada Tuhan dan roh leluhur terhadap semua bentuk harapan yang diterima selama satu tahun yang telah dilewati.

Desa wisata Wae Rebo juga memiliki ragam seni yakni seperti rangku alu. Permainan serta tarian ini dilakukan dilakukan empat orang memegang empat tongkat bambu, memakai tongkat membentuk palang dan menggerak-gerakkannya. Sementara orang lainnya harus melompati bagian celahnya agar tidak terjepit bambu.

Selain itu, seperti dilansir antaranews.com,  juga ada Tarian Caci, yang merupakan salah satu bentuk refleksi dari kebudayaan dan kehidupan warga Wae Rebo.

Advertisement

Untuk produk kerajinan tangan, Desa Wisata Wae Rebo memiliki kerajinan kain tenun. Khas dari kain tenun ini yaitu bermotif Manggarai yang menyerupai bunga dan memiliki warna yang lebih cerah. Sedangkan di sektor kuliner, ada kopi dan juga madu hutan. ***

Exit mobile version