Connect with us

Teknologi

Tempat Tidur Buat Para Gamer, Semua Bisa Dilakukan Sambil Rebahan

Avatar

Diterbitkan

pada

Main game adalah pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi. Jika ada yang mengganggu sedikit saja, kadang mempengaruhi hasil yang diraih. Perusahaan furnitur asal Jepang, Bauhutte menciptakan tempat tidur yang bisa memudahkan para gamer dalam bermain sekalipun sedang rebahan.

Tempat tidur ini dirancang khusus untuk bermain game dengan nyaman. Bahkan di sisi tempat tidur tersedia juga tempat makan dan minum, semua bisa dilakukan tanpa perlu beranjak dari tempa tidur yang dinamakan “Ultimate Gaming Space” ini.

Elelectric gaming bed ini memungkinkan gamer untuk melakukan berbagai hal tanpa perlu beranjak dari tempat tidur. Mulai dari makan, menggantung pakaian, mengambil camilan atau minuman dari kulkas, bekerja, bermain game atau menonton anime, hingga beristirahat.

Ultimate Gaming Space terdiri dari tempat tidur yang dilengkapi motor, meja dengan mount untuk memasang monitor, kulkas kecil, rak pakaian, hingga meja tambahan (floating desk) untuk meletakkan tablet.

Advertisement

Ranjang listrik BGB-100FA diatur oleh dua motor yang dapat mengubah posisi punggung, tungkai, dan kaki pengguna. Pada dasarnya, konsep ranjang listrik yang dibuat Bauhutte tidak berbeda jauh dari ranjang di rumah sakit.

Ranjang ini ditata tepat di bawah meja tempat tidur BHD-1200BD. Sehingga pengguna yang baru bangun tidur dapat meninggikan posisi ranjang lalu mulai bekerja atau bermain game tanpa harus benar-benar “bangun” dari tempat tidur.

Berdasarkan survei Housing and Land dari pemerintah Jepang, rata-rata luas sebuah apartemen di Tokyo adalah 65,9 meter persegi, dengan ruang layak huni rata-rata sekitar 41 meter persegi. Itu artinya, kebanyakan masyarakat Tokyo yang tinggal di apartemen tidak memiliki ruang yang luas untuk bekerja, bermain dan bersantai. Sehingga, tempat tidur gaming ini cocok bagi mereka.

Harga tempat tidur itu dibandrol sekitar Rp9,6 juta untuk ranjang matras. Sedangkan meja tempat tidur dihargai 200 dollar atau lebih kurang Rp 2,8 juta. Tapi sepertinya produk ini tidak masuk ke Indonesia.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement