Home Politik PPKM Darurat Belum Maksimal, Luhut Minta Maaf

PPKM Darurat Belum Maksimal, Luhut Minta Maaf

oleh Marpi
Luhut Binsar Panjaitan. (Ist).

Luhut Binsar Panjaitan. (Ist).

FAKTUALid – Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa – Bali belum berjalan seperti yang diharapkan. Lantaran program pemerintah dalam upaya memotong mata rantai menularan Covid-19 itu gagal, Koordinator PPKM Jawa – Bali Luhut Binsar Panjaitan minta maaf.

Sikap melunak Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ini mencerminkan ketidakkonsistenan Luhut terhadap berbagai pernyataannya selama ini. Sebelumnya Luhut sempat bilang PPKM sudah berjalan efektif, namun di lain kesempatan Presiden Joko Widodo menyatakan PPKM berlum efektif.

Dua pernyataan berbeda dari pimpinan tertinggi negeri ini telah menimbulkan cemoohan dari masyarakat dengan berbagai komentar di media sosial.

“Sebagai Koordinator PPKM Jawa dan Bali dari lubuk hati yang paling dalam saya ingin minta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia jika dalam PPKM Jawa dan Bali ini belum optimal,” kata Luhut Binsar Panjaitan dalam konferensi pers di Jakarta pada Sabtu.

Pemerintah menerapkan PPKM Darurat di provinsi-provinsi di pulau Jawa-Bali serta 15 kabupaten/kota di luar Jawa dan Bali pada 3-20 Juli 2021.

“Saya bersama jajaran dan menteri kepala lembaga terkait akan terus bekerja keras untuk memastikan penyebaran varian delta ini dapat diturunkan dan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat dapat terlaksana,” ungkap Luhut.

Menurut Luhut, Indonesia tidak akan bisa menyelesaikan pandemi COVID-19 ini terutama untuk varian delta dengan hanya menambah fasilitas kesehatan.

“Ini saya ulangi, menghadapi varian delta ini tidak bisa hanya dengan menambah rumah sakit, dokter dan perawat, itu hanya sementara. Meski kami bekerja keras untuk menambah fasilitas itu, tapi sebenarnya hanya solusi sementara. Solusi permanen adalah menjalankan protokol kesehatan yang ketat dan mempercepat program vaksinasi yang presiden perintahkan berkali-kali dan mengecek berkali-kali agar tercipta ‘herd immunity,” jelas Luhut.

Ia pun memohon dengan sangat agar seluruh komponen masyarakat memenuhi protokol kesehatan dan ketentuan selama periode PPKM Darurat dan mengikuti program vaksinasi.

“Jumlah vaksinasi juga meningkat secara signifikan dan kita targetkan vaksinasi meningkat 1,5 juta per hari pada bulan depan,” ungkap Luhut.

Luhut juga menyebut Presiden Jokowi memberi penekanan kepada para menteri agar memastikan berbagai program bantuan sosial dapat diterima masyarakat miskin dan kelompok masyarakat yang berhak.
“Saat ini kami sedang mengevaluasi apakan PPKM Darurat butuh perpanjangan lebih lanjut, kami akan lapor ke Bapak Presiden dan saya kira dalam 2-3 hari ke depan kita akan mengumumkan secara resmi,” tambah Luhut. ***

 

Tinggalkan Komentar