Home Politik Mahfud MD: Membangun Papua Harus dengan Pendekatan Kesejahteraan

Mahfud MD: Membangun Papua Harus dengan Pendekatan Kesejahteraan

oleh Marpi
Menko Pulhukam Mahfud MD. (Ist).

Menko Pulhukam Mahfud MD. (Ist).

FAKTUALid – Provinsi Papua yang sering bergejolak dengan adanya Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tidak bisa diselesaikan dengan kekerasan. Papua harus dibangun dengan pendekatan kesejahteraan dan dialog.

Hal ini dikemukakan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dalam Dialog Virtual bersama Kementerian Luar Negeri serta dihadiri Kedutaan Besar Republik Indonesia di Asia Pasifik, Amerika, dan Eropa, serta perwakilan RI di Afrika, Kamis (15/7/2021).

“Terhadap isu Papua pemerintah melakukan pendekatan penanganan mengedepankan kesejahteraan yang komprehensif semua aspek. Dan dalam menghadapi separatisme, pemerintah mengedepankan dialog, dan untuk KKB dilakukan penegakan hukum,” kata Mahfud dalam siaran persnya.

Mahfud mengaku dirinya cukup intens dialog dan bertemu dengan tokoh-tokoh Papua, baik tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah maupun pimpinan DPRP.

Menurutnya, semua mendukung Papua dibangun dengan damai. Namun demikian, lanjut Mahfud, selain memperkuat pendekatan kesejahteraan dan kedamaian, keamanan masyarakat Papua dari ancaman terorisme juga harus dijamin negara dengan sebaik-baiknya.
Ia mengatakan, posisi konstitusional Papua sebagai bagian sah dari NKRI dan sesuai dengan hukum internasional dalam Majelis Umum PBB No 2504.

Dalam kesempatan ini, selain mendapatkan arahan dari Menko Polhukam dan Menteri Luar Negeri, para duta besar juga mendapatkan paparan perkembangan tentang Papua oleh pimpinan BIN, Polri, BNPT, dan PPATK.

Mendengar paparan Menko Polhukam dan beberapa pejabat terkait, Duta Besar (Dubes) RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya mengapresiasi inisiatif Menko Polhukam Mahfud MD untuk pertemuan yang sedang digelar hari ini (Kamis) dan berharap acara dialog seperti ini dilakukan secara rutin.

“Kami mengapresiasi upaya yang dilakukan pak Menko Polhukam untuk menjelaskan kepada publik soal Papua menjadi satu pintu, karena selama ini terlalu banyak pintu yang menyampaikan kebijakan soal Papua,” katanya.

Tantowi mengingatkan pemerintah tentang narasi Papua agar persoalan Papua tidak dijelaskan dengan narasi menggelontorkan uang yang banyak, tetapi dengan menyentuh isu utamanya, yakni soal keadilan, perlakuan, dan penegakan HAM.

Sementara Dubes Andri Hadi dari Brussels, Belgia, menyampaikan bahwa semua negara di Eropa mendukung kebijakan Pemerintah Indonesia tentang Papua.

Menjawab berbagai masukan beberapa saran dan masukan dubes RI, Menko Polhukam menegaskan forum dialog ini untuk menyamakan persepsi tentang apa yang pemerintah lakukan dan akan pemerintah lakukan tentang penanganan masalah Papua.

“Saya gembira respons dari para dubes sangat baik. Masukan dari para dubes sangat bermanfaat untuk  pemerintah, akan kita olah dan ditindaklanjuti,” tutur Mahfud seperti dilansir antaranews.com. ***

 

You may also like

Tinggalkan Komentar