Home Politik Almarhum Sudi Silalahi di Mata Hinca Panjaitan: Sudi Katalisator di Tengah Dinamika Politik

Almarhum Sudi Silalahi di Mata Hinca Panjaitan: Sudi Katalisator di Tengah Dinamika Politik

oleh Marpi
Almarhum Letjen TNI (Purn.) Sudi Silalahi. (Ist).

Almarhum Letjen TNI (Purn.) Sudi Silalahi. (Ist).

FAKTUAL-INDONESIA: Ada Pepatah bilang: Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, orang mati meninggalkan budi baik.

Almarhum Sudi Silalahi yang meninggal  di RSPAD Gatot Soebroto Selasa (25/10/2021) pukul 23.23 WIB, punya kesan  tersendiri di mata Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat Hinca I.P. Panjaitan. Ia menilai Menteri Sekretaris Negara RI periode 2009—2014 itu adalah katalisator di tengah dinamika politik selama Presiden Susilo Bambang Yusdhoyono (SBY) memimpin.

“Pak Sudi Silalahi mampu menjadi sosok yang berperan sebagai katalisator di tengah banyaknya warna koalisi yang menghuni istana saat itu,” kata Hinca Panjaitan.

Anggota Komisi III DPR RI mengatakan bahwa kerapian dan ketelitian Sudi Silalahi membuat sosok tersebut mampu menjalankan tugasnya sebagai seorang sekretaris dengan sangat baik meski jabatan tersebut memiliki tanggung jawab yang begitu berat.
Salah satu pencapaian terbaik Sudi Silalahi, menurut Panjaitan, adalah ketika yang bersangkutan turut berkontribusi dan menjalani perundingan damai di Ambon dan Poso bersama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ketika Sudi masih menjabat sebagai Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Letjen TNI (Purn.) Sudi Silalahi mengawali karier di pemerintahan dengan menjadi sekretaris Susilo Bambang Yudhoyono saat menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Indonesia (Menko Polkam RI), kemudian menjadi Menteri Sekretaris Kabinet periode 2004—2009, selanjutnya menjadi Menteri Sekretaris Negara periode 2009—2014.

“Kebiasaan (almarhum) Sudi Silalahi yang dikenal sangat perfeksionis membuat Bapak SBY begitu nyaman dan tenang sebab hal-hal yang menyangkut soal kenegaraan memang harus dikerjakan secara teliti,” tutur Panjaitan.

Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat ini beberapa kali memperoleh wejangan dari (almarhum) Sudi Silalahi ketika dipercaya sebagai sekjen.

“Beliau mengatakan bahwa untuk menjadi seorang sekretaris, Anda harus mampu bekerja keras dan setia. Saya tentunya berterima kasih untuk segala ilmu yang diturunkan oleh almarhum,” ucapnya.

Panjaitan mengatakan bahwa keluarga besar Partai Demokrat berterima kasih kepada Sudi Silalahi atas jasanya kepada negara, baik selama Sudi berkarier di militer maupun ketika mendampingi Presiden SBY selama 10 tahun.

Sudi Silalahi wafat di Rumah Sakit Gatot Soebroto (RSPAD) Jakarta Pusat. Atas kabar tersebut, Panjaitan berbelasungkawa disertai dengan doa agar Sudi Silalahi mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.
“Saya begitu menghormati almarhum Sudi Silalahi sepanjang karier politik saya. Tidak hanya itu, berdasarkan adat Batak, beliau adalah tulang saya. Untuk itu, adalah kewajiban bagi saya untuk menempatkan beliau selalu dalam posisi yang terhormat. Selamat jalan, Tulang!” kata Panjaitan sebagaimana dilansir antaranews. ***

 

Tinggalkan Komentar