Politik

Yusril Akan Sampaikan Aspirasi BEM SI kepada Presiden Prabowo

Published

on

Menteri Yusril berjanji akan sampaikan aspirasi BEM UI kepada Presiden. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan diteruskan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam bentuk laporan resmi.

Yusril menegaskan pemerintah menghormati kebebasan berpendapat dan memandang kritik dari mahasiswa sebagai bagian penting dari kehidupan demokrasi. Menurutnya, penyampaian aspirasi secara bertanggung jawab dan berbasis kajian merupakan hak yang dijamin dalam sistem demokrasi Indonesia.

“Pemerintah terbuka terhadap kritik dan perbedaan pendapat. Kebebasan berpendapat tetap dijamin sepanjang disampaikan secara bertanggung jawab dan didasarkan pada kajian yang baik,” kata Yusril di Jakarta, Sabtu (20/6/2026).

Dalam audiensi yang berlangsung di Jakarta pada Kamis (18/6/2026), mahasiswa menyampaikan lima tuntutan utama kepada pemerintah. Tuntutan tersebut meliputi penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), penurunan harga bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, penghentian militerisasi di ruang sipil, serta desakan agar pemerintah mengakui berbagai kesalahan kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat.

Salah satu isu yang mendapat perhatian khusus dalam dialog tersebut adalah program Makan Bergizi Gratis. Yusril meminta penjelasan lebih lanjut mengenai tuntutan mahasiswa terkait program tersebut untuk memastikan apakah yang dimaksud adalah penghentian total atau perbaikan tata kelola pelaksanaannya.

Advertisement

Menurut Yusril, perwakilan mahasiswa menjelaskan bahwa mereka tidak menolak manfaat program MBG, melainkan menginginkan adanya pembenahan dalam tata kelola agar program berjalan lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran.

Ia menilai masukan tersebut penting karena program MBG merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi daerah melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha lokal.

“Jika yang diinginkan adalah perbaikan tata kelola program MBG, saya yakin pemerintah akan memberikan perhatian serius terhadap masukan tersebut,” ujarnya.

Yusril menambahkan, dialog antara pemerintah dan mahasiswa perlu terus dijaga sebagai sarana komunikasi yang konstruktif. Seluruh masukan yang diterima akan disampaikan kepada Presiden Prabowo sebagai bahan pertimbangan dalam penyempurnaan kebijakan pemerintah.

Sementara itu, mahasiswa yang hadir mengapresiasi kesempatan berdialog langsung dengan pemerintah dan berharap berbagai aspirasi yang disampaikan dapat ditindaklanjuti demi menjawab keresahan yang berkembang di tengah masyarakat.***

Advertisement

Exit mobile version