Politik
Prabowo Bertolak ke Jepang, Perkuat Kerja Sama Energi Hingga Kelautan

Presiden Prabowo bertolak ke Jepang dari Bandara Halim Perdanakusuma, 29 Maret 2026. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Jepang pada Minggu (29/3/2026) untuk memperkuat kerja sama strategis di berbagai sektor, mulai dari energi hingga kelautan.
Lawatan ini menjadi bagian dari upaya Indonesia memperdalam kemitraan dengan negara mitra utama di Asia Timur di tengah dinamika global yang kian kompleks.
Pesawat yang membawa Prabowo dan rombongan terbatas lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 10.35 WIB. Selama lawatan Presiden didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Presiden dijadwalkan melakukan sejumlah agenda penting, termasuk pertemuan kenegaraan (state call) dengan Naruhito. Selain itu, ia juga akan menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Akasaka Palace, Tokyo.
Dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/3/2026), Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan memperkuat hubungan bilateral sekaligus meningkatkan kerja sama strategis kedua negara. Menurutnya, sejumlah sektor prioritas akan menjadi fokus pembahasan, termasuk investasi, energi, kelautan, dan digital.
“Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang,” ujar dia.
Lawatan ke Jepang berlangsung pada 30–31 Maret 2026 dan merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan ke Asia Timur. Setelah menyelesaikan agenda di Tokyo, Prabowo dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Korea Selatan untuk bertemu Presiden Lee Jae Myung.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, pada 26 Maret 2026 menyatakan bahwa kunjungan ini bertujuan mendorong kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional, khususnya di bidang perdagangan, investasi, industri, energi, dan teknologi. Selain itu, isu regional dan global juga akan menjadi bagian dari pembahasan kedua negara.
Kunjungan ini juga tidak terlepas dari langkah pemerintah dalam merespons dinamika global, terutama tekanan terhadap sektor energi akibat konflik di berbagai kawasan.
Sehari sebelum keberangkatan, yaitu pada Sabtu (28/3/2026) malam, Prabowo memimpin rapat terbatas secara virtual bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih untuk membahas penyesuaian kebijakan ekonomi dan energi nasional.
Melalui diplomasi aktif ini, pemerintah berharap dapat memperkuat posisi strategis Indonesia di kawasan sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan dengan Jepang dan mitra regional lainnya.
Lawatan ini sekaligus mempertegas posisi strategis Indonesia dalam peta diplomasi aktif di kawasan Asia Timur.***














