Politik

Diusulkan Masuk ‘Duet Pemersatu Bangsa’ dengan Ganjar, Respon Anies Baswedan Begini

Published

on

Anies Baswedan saat menjadi pembicara dalam sebuah forum.(ist)

FAKTUAL-INDONESIA : Nama Anies Baswedan masuk dalam duet pemersatu bangsa yang diusulkan NasDem saat berdiskusi dengan Presiden Jokowi. Apa Jawaban Gubernur DKI Jakarta ini?

Para awak media menanyakan hal tersebut kepada Anies di sela-sela acara HUT Jakarta ke-495 di Jakarta International Stadium (JIS), pada Sabtu (25/6/2022).

“Saya urus Jakarta dulu,” jawab Anies. Namun Anies enggan berkomentar lebih lanjut.

“Fokusnya di situ (Jakarta),” ujar Anies lagi.

Sebelumnya, Surya Paloh mengakui dirinya mengusulkan skema duet calon presiden-calon wakil presiden kepada Jokowi. Surya Paloh ingin pemimpin bangsa ke depan bisa menghilangkan polarisasi.

Hal itu dikatakan Surya Paloh saat tanya jawab dengan wartawan usai pertemuan bersama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono di NasDem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Kamis (23/6) lalu.

Advertisement

Ketua umum NasDem tersebut mengakui sangat menaruh perhatian terhadap isu polarisasi. “Amat sangat,” kata dia.

Surya Paloh mengapresiasi munculnya usulan duet seperti Anies Baswedan-Puan Maharani, Ganjar Pranowo-Anies Baswedan, hingga Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar.

Dia mengaku tidak punya kepentingan apa pun di Pilpres 2024 selain ingin polarisasi hilang.

Surya Paloh pun ditanya apakah salah satu komposisi duet capres-cawapres tersebut datang darinya. Surya Paloh mengakui hal itu.

“Saya? Itu saya akui iya. Jadi apa yang bisa saya sumbangkan dengan hati, dengan kejujuran, apa yang saya pahami yang insyaallah barangkali itu bermanfaat bagi kepentingan kemajuan bangsa ini. Saya pikir itu yang saya prioritaskan,” ujar Surya Paloh.

Advertisement

Sementara itu, Waketum NasDem Ahmad Ali mengatakan skema itu muncul saat Surya Paloh berdiskusi dengan Jokowi. Dia mengatakan Paloh saat itu menyinggung nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Artinya, pikiran Pak Surya bahwa hari ini ada figur yang menonjol, yang kita kira, kalau kita mau objektif menilainya bahwa ada Anies dan ada Ganjar,” kata Ali kepada wartawan.

Lebih lanjut ia menjelaskan alasan Surya Paloh memilih Anies dan Ganjar. Menurut dia, Anies dan Ganjar punya ceruk massa berbeda, yang diharapkan bisa mencegah polarisasi.

“Kalau dua figur ini dipersatukan, ini akan paling tidak meminimalisir munculnya polarisasi pada pemilihan presiden yang akan datang,” imbuhnya.***

 

Advertisement
Exit mobile version