Politik

Presiden Prabowo Batalkan Kunjungan ke China, Fokus Tangani Konflik di Dalam Negeri

Published

on

 

Presiden Prabowo Batalkan Kunjungan ke China, Fokus Tangani Konflik di Dalam Negeri

Prabowo batalkan rencana kunjungan ke China. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Presiden Prabowo Subianto dipastikan membatalkan kunjungan kenegaraan ke China pada September 2025 mendatang. Hal ini karena Presiden ingin fokus tangani konflik dan demonstrasi yang sudah meluas ke berbagai daerah.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi menyampaikan hal tersebut pada Sabtu malam (30/8/2025).

Diketahui, sejak 28 Agustus 2025 hingga saat ini, berbagai aksi unjuk rasa dilakukan oleh masyarakat dan mahasiswa, terutama terhadap DPR dan kepolisian. Di daerah seperti Makassar, Bali, Bandung, dan Surabaya. Bahkan di Makassar dilaporkan 3 orang tewas karena terjebak api dalam gedung yang di bakar.

Baca Juga : Presiden Prabowo Bersama 16 Ormas Islam Ajak Masyarakat Menahan Diri dan Tenang

Situasi ini menjadi alasan utama Prabowo membatalkan kunjungan kenegaraannya ke China.

Advertisement

“Oleh karena itu, Bapak Presiden Prabowo Subianto dengan kerendahan hati dan memohon maaf kepada pemerintah China, memutuskan untuk belum dapat menghadiri undangan dari pemerintah China,” ujar Prasetyo, Sabtu (30/8/2025).

Prasetyo menambahkan, Presiden Prabowo ingin memantau dan menyelesaikan langsung dinamika yang tengah terjadi. Pada hari yang sama, Prabowo juga baru saja menggelar dialog bersama 16 organisasi Islam dan Ketua MPR di Hambalang, Bogor.

Organisasi tersebut antara lain Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), DDII, Hidayatullah, Al Irsyad, Persis, Majelis Ulama Indonesia (MUI), hingga KB.

“Tentu saja karena dinamika di dalam negeri, Bapak Presiden ingin terus memantau secara langsung, memonitor, memimpin, dan mencari penyelesaian terbaik,” kata Prasetyo.

Baca Juga : Perintah Presiden Prabowo kepada Kapolri dan Panglima TNI: Tindak Tegas Aksi Anarkis dalam Demo

Selain itu, Prabowo juga mengundang Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, serta sejumlah menteri terkait untuk mengevaluasi perkembangan kericuhan unjuk rasa di beberapa wilayah Indonesia.

Advertisement

Lebih lanjut Prasetyo menyebutkan, Presiden Prabowo juga menerima undangan kenegaraan lain pada September 2025, yakni menghadiri Sidang Tahunan PBB di New York, Amerika Serikat. Namun, belum ada kepastian kapan kehadiran tersebut akan terlaksana.***

Exit mobile version