Connect with us

Politik

Parpol Baru, Partai Kedaulatan Rakyat (PKR) Didirikan Di Kota Solo

Avatar

Diterbitkan

pada

 

Ketua Umum PKR Tuntas Subagyo dan pengurus PKR saat memberikan keterangan pers. (Foto : Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Partai politik (parpol) baru, Partai Kedaulatan Rakyat (PKR), didirikan di Kota Solo, Jawa Tengah. Meskipun baru didirikan Agustus 2021 lalu, tetapi sampai saat ini sudah terbentuk di 19 provinsi di Indonesia.

Parpol yang didirikan pada Agustus 2021 lalu itu awalnya merupakan kelompok Tikus Pithi Hanata Baris, pengusung pasangan independen Bagyo Wahyono – FX Supardjo (Bajo) dalam Pilkada Kota Solo lalu. Pasangan Bajo merupakan lawan politik Gibran Rakabuming-Teguh Prakosa.

Ketua Umum PKR, Tuntas Subagyo kepada wartawan di Solo, Senin (25/10/2021), mengatakan PKR berbeda dengan parpol lain yang sudah ada. Karena PKR benar-benar merupakan partai yang berasal dari rakyat yang akan memegang kedaulatan rakyat. PKR bertekad untuk maju dalam Pemilu 2024 mendatang.

“Ini partai wong cilik tidak ada tokoh nasional di dalamnya. Tidak mengadopsi tokoh nasiobal karena niat memunculkan tokoh baru dari daerah.Terbentuk dari bawah sehingga tumbuh dari rakyat dan untuk rakyat,” jelas Tuntas.

Advertisement

Untuk mensosialisasikan parpol baru tersebut, pihaknya akan melakukan deklarasikan pada 28 Oktober mendatang di Hotel Adiwangsa Kota Solo. Deklarasi tersebut dilakukan setelah  terbentuk kepengurusan di lebih dari 60 persen provinsi dan 50 persen kota/kabupaten di Indonesia.

“Dari pergerakan kemarin sangat luar biasa karena pembentukannya jelas dan pergerakan sampai tingkat ranting. Karena masyarakat butuh perubahan satu arah demokrasi baru,” katanya.

Pihaknya menegaskan PKR bisa menjadi parpol yang membawa ke arah perubahan baru. Yakni membawa Indonesia ke arah lebih baik, dan menjadi tuan di negara sendiri.

Sampai saat ini PKR sudah terbentuk di 19 provinsi di Indonesia. Diantaranya Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, Nanggoe Aceh Darussalam, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Selatan, Papua, serta Papua Barat.

Sekjen PKR, Sigit Prawoso menambahkan pihaknya menargetkan hingga akhir Desember 2021, kepengurusan PKR akan terbentuk di 34 provinsi di Indonesia.

Advertisement

“Akhir Desember,  34 provinsi bisa diselesaikan dengan harapan PKR bisa ikut konstelasi Pemilu 2024. Nanti tanggal 28 kami akan melakukan deklarasi harapannya masyarakat umum yang belum mengetahui tentang PKR bisa mengerti,” katanya.

Sigit menegaskan jika PKR bukan partai omong kosong. Setelah deklarasi nanti, pimpinan pusat dan daerah akan betul-betul maksimal untuk melakukan sesuatu untuk Indonesia.

Pada deklarasi tanggal 28 Oktober yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda tersebut mereka siap “hitamkan” Solo. Hitamkan Solo yang menjadi tema PKR dalam deklarasi tersebut dimaksudkan gotong royong anggota dalam pemasangan atribut dengan warna kebesaran hitam.

Sebanyak 7.000 bendera dari 10.000 yang ditargetkan saat ini telah terpasang. Selain itu bilboard juga telah terpasang di sejumlah daerah seperti di Solo, Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Semarang. Hal ini bertujuan mengenalkan PKR kepada masyarakat.

Kabid Hukum PKR, Budi Yuwono menambahkan PKR berharap akhir bulan Desember 2021, kepengurusan sudah terbentuk di 34 provinsi. Sehingga awal Januari bisa dibawa ke Kemenkumham untuk diverifikasi.

Advertisement

“Mudah-mudahan verifikasi administrasi lolos dan tinggal tambal sulam persyaratan lain. Sehinga bisa didaftarkan ke KPU untuk ikut ke Pemilu 2024,” pungkasnya. ***

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *