Politik
Tinjau Yonif TP 878/Galuh Pakuan, Menhan Sjafrie Tekankan Kesiapan Satuan dan Manfaat Nyata Bagi Masyarakat
Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin saat memberikan pengarahan dalam kunjungan kerja ke Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 878/Galuh Pakuan di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (10/9/2026). (Foto: Biro Infohan Setjen Kemhan)
FAKTUAL INDONESIA: Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin melaksanakan kunjungan kerja ke Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 878/Galuh Pakuan di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (10/9/2026). Tujuan kunjungan kerja Menhan tersebut untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan pangkalan, kesiapan personel, serta pelaksanaan tugas satuan di wilayah.
Area pangkalan Yonif TP 878/Galuh Pakuan memiliki luas sekitar 52 hektare. Sejumlah fasilitas pendukung telah dan sedang dibangun, antara lain Markas Batalyon, kantor kompi, dapur, ruang makan, aula serbaguna, garasi kendaraan, perumahan prajurit, sarana olahraga, gudang, serta rencana pembangunan lapangan tembak.
Menhan meminta pembangunan ruang makan dan aula serbaguna disesuaikan dengan kebutuhan jumlah personel satuan. Selain pembangunan fisik, penghijauan dan pengamanan perimeter pangkalan juga harus menjadi perhatian, dengan patroli rutin untuk menjaga keamanan sekaligus mengantisipasi potensi gangguan di sekitar satuan. Dalam bidang latihan, Menhan menekankan pentingnya kepastian penggunaan lahan latihan dan lapangan tembak guna mendukung kesiapan personel.
Seperti dilaporkan Biro Infohan Setjen Kemhan, Menhan juga menjelaskan bahwa pembangunan Yonif TP merupakan bagian dari kebijakan besar penguatan postur TNI. Dari total kebutuhan satuan yang direncanakan, pembentukan dilakukan secara bertahap, mencakup batalyon infanteri teritorial pembangunan serta satuan dari berbagai kecabangan seperti zeni, kavaleri, dan artileri pertahanan udara.
“Ini adalah kepercayaan pemerintah dan rakyat kepada kita. Jadi harus kita laksanakan dengan serius,” tegas Menhan.
Menhan juga menaruh perhatian pada pembinaan personel, khususnya pemenuhan jabatan perwira di satuan. Menurut Menhan, komposisi perwira lulusan Akmil, Secapa, dan Perwira Prajurit Karier perlu diatur secara proporsional agar pembinaan satuan, latihan, dan penugasan dapat berjalan optimal.
Dalam pengarahan kepada jajaran satuan, Menhan menegaskan bahwa Yonif Teritorial Pembangunan merupakan konsep satuan yang memiliki nilai strategis dan karakteristik tersendiri. “Ini adalah satu batalyon yang tidak ada di negara lain, batalyon teritorial seperti ini,” ujar Menhan.
Terkait program ketahanan pangan, Menhan meminta disesuaikan dengan kondisi dan potensi wilayah. Yonif TP 878/Galuh Pakuan saat ini telah mengembangkan lahan pertanian dengan komoditas jagung, padi gogo, kolam ikan, serta kegiatan peternakan.
Menhan meminta agar pemilihan komoditas dilakukan berdasarkan manfaat, kemudahan pengelolaan, dan hasil yang dapat langsung dirasakan prajurit. Pengembangan ayam petelur dan kambing perah, misalnya, dapat dipertimbangkan sebagai kegiatan produktif untuk mendukung kebutuhan gizi dan kesejahteraan anggota.
Dalam bidang teritorial, Menhan mengapresiasi kegiatan patroli wilayah, rehabilitasi rumah ibadah, pembersihan sungai, pelayanan kesehatan kepada masyarakat, serta keterlibatan prajurit dalam pembinaan sekolah dan kegiatan sosial lainnya. Kegiatan tersebut harus terus dikembangkan agar keberadaan satuan benar-benar dirasakan masyarakat.
Pada kunjungan kerja ini, Menhan turut didampingi Wakil Panglima TNI, Kabaloghan Kemhan, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Pangdam III/Siliwangi, serta Danrem 061/Suryakancana. ***
