Politik
Telepon Menteri Pertahanan Rusia, Kemampuan Diplomasi Prabowo Bikin Capres Lain Lewat

Menhan Prabowo Subianto bertemu dengan Menhan Rusia
FAKTUAL-INDONESIA: Kemampuan diplomasi yang dimiliki Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto bisa menjadi nilai lebih dalam menghadapi Pemilu Presiden (Pilpres) 2024.
Sejak menjabat Menhan di Kabinet Presiden Joko Widodo jilid kedua, Prabowo kerap berdiplomasi dengan berbagai pemimpin dunia. Salah satu yang paling anyar ialah ketika Prabowo bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris dan Pangeran Khalid bin Salman di Arab Saudi.
Kepiawaian Prabowo dalam berdiplomasi juga tampak dalam perannya saat Pemerintah memulangkan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Ukraina. Prabowo diketahui menelepon langsung Menhan Rusia untuk menjamin keamanan WNI yang akan dievakuasi.
Selain kemampuan berdiplomasi, anak dari ekonom Soemitro Djojohadikoesoemo tersebut juga dianggap memiliki segudang kelebihan dibandingkan figur lain.
“Prabowo memungkinkan sangat menarik bagi calon mitra koalisi dan tinggal menentukan pasangan yang juga cukup kuat. Itu modal besar bagi Prabowo,” kata dia.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai kemampuan diplomasi yang dimiliki Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto bisa menjadi nilai lebih dalam menghadapi Pemilu Presiden (Pilpres) 2024.
“Kemampuan diplomasi dapat mempengaruhi pilihan publik dalam kontestasi pilpres,” kata Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.
Modal lain yang dimiliki Prabowo adalah popularitas tinggi. Dari berbagai survei termasuk yang dilakukan IPO, ia selalu memperoleh hasil positif atau dengan kinerja menteri paling baik.
“Yang perlu dilakukan Prabowo Subianto saat ini ialah merealisasikan tugasnya sebagai Menhan,” kata dia.
Sebagai tambahan informasi, berdasarkan hasil survei IPO yang dirilis pada hari Senin (28/3) Prabowo berada di posisi puncak sebagai menteri Kabinet Kerja dengan kinerja terbaik dengan perolehan 81,3 persen.
Survei IPO melibatkan 1.220 responden yang telah memiliki hak pilih dan berlangsung pada tanggal 11 hingga 17 Maret 2022. Para responden diwawancara melalui sambungan telepon.
Riset tersebut menggunakan teknik pengambilan sampel bertingkat dengan rerata simpangan (margin of error) 2,9 persen dan tingkat akurasi data 95 persen. ***