Home Politik Selama PPKM Darurat, Pemerintah Lacak Pergerakan Warga

Selama PPKM Darurat, Pemerintah Lacak Pergerakan Warga

oleh Gungdewan
Pemerintah melakukan kerja sama dengan provider, media sosial dan platform digital untuk melacak warga

Pemerintah melakukan kerja sama dengan provider, media sosial dan platform digital untuk melacak warga

FAKTUALid – Pemerintah Pusat akan melacak pergerakan warga selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Dari informasi pelacakan ini aparat dapat bergerak dan bertindak cepat untuk menekan penularan pandemi virus corona (Covid-19).

Juru Bicara Menko Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi dalam keterangan pers yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu, menyatakan, untuk pelacakan warga itu pemerintah menjalin kerja sama dengan beberapa platform digital dan media sosial serta provider (penyedia) telekomunikasi  yang dapat melakukan tracking (pelacakan) perjalanan masyarakat selama PPKM darurat.

Disebutkan, melalui pelacakan tersebut, seluruh aparat dan pihak terkait akan dapat melakukan upaya mitigasi dan intervensi untuk bisa menekan risiko penularan COVID-19.

“Apabila di lapangan terdapat pergerakan yang cukup masif, sistem akan memberikan notifikasi dan akan disampaikan pada pemerintah daerah dan aparat terkait yang bertugas di wilayah tersebut untuk segera dilakukan mitigasi dan langkah intervensi,” katanya.

Lancar

Pemerintah menyebutkan penerapan PPKM darurat di Jawa-Bali pada hari pertama atau Sabtu, berjalan lancar dan tertib.

“Dari berbagai laporan yang dihimpun dari lapangan hingga sore ini, pemberlakuan PPKM darurat berjalan dengan lancar, tertib, dan sesuai dengan Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021,” kata Jodi Mahardi.

Jodi menuturkan apabila ditemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan instruksi tersebut, maka pemerintah daerah dan aparat di lapangan harus segera mengevaluasi dan dapat segera melakukan intervensi untuk mengoreksi.

“Ingat, tindakan PPKM darurat ini untuk menyelamatkan nyawa. Perintah Presiden jelas, kita mengambil langkah-langkah yang lebih tegas dan terukur,” katanya.

Jodi juga mengingatkan kondisi Indonesia tidak sedang baik-baik saja. Pasalnya, kasus terkonfirmasi positif per Sabtu ini tercatat mencatatkan rekor baru dengan 27.913 kasus dan 493 kematian. Sementara itu, tercatat 13.282 kasus sembuh, sehingga angka kasus aktif mencapai 281.677 pasien.

“Kondisi tidak biasa ini memerlukan tindakan luar biasa. Penularan harus dikendalikan. Maka dari itu, telah disepakati bersama dengan pemerintah daerah bawah monitoring kegiatan masyarakat akan dilakukan hingga level kecamatan,” katanya.

Jodi menambahkan sejumlah kegiatan yang diawasi terdapat dalam Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021. Sementara indikator-indikator penyesuaian upaya kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial dalam penanggulangan COVID-19 tercantum dalam keputusan Menteri Kesehatan. ***

You may also like

Tinggalkan Komentar