Connect with us

Politik

Pilpres 2024: Wapres Ma’ruf Amin Tetap Netral, Tidak Mempermasalahkan Pernyataan Jokowi yang Dinilai Banyak Pihak Menyalahi Etika Politik

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin memberikan keterangan pers dengan didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Ario Bimo Nandito Ariotedjo, dan Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi.

Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin memberikan keterangan pers dengan didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Ario Bimo Nandito Ariotedjo, dan Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi.

FAKTUAL INDONESIA: Saat ditanya awak media, Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin mengatakan bahwa dirinya dirinya tetap akan netral meskipun aturan membolehkan terkait kampanye dalam pemilihan umum presiden (Pilpres) tahun 2024.

Sedangkan menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyatakan bahwa seorang presiden boleh memihak dan boleh ikut berkampanye, Wapres Ma’ruf menyebut bahwa sesuai aturan memang boleh.

Namun Wapres Ma’ruf menyatakan, dirinya tidak mempermasalahkan pernyataan Jokowi yang dinilai banyak pihak telah menyalahi etika politik, ketika menyatakan presiden boleh kampanye dan memihak.

“Tetapi ini bukan berarti perbedaan dengan Presiden. Kalau Presiden sudah mengatakan seperti itu ya sudah, ya (tetapi) saya memang (memilih) tetap netral,” kata Wapres Ma’ruf usai memimpin Rapat Tingkat Menteri tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan di Istana Wapres, Jl. Medan Merdeka Selatan Nomor 6, Jakarta, Kamis (25/01/2024).

Hadir mendampingi Wapres dalam keterangan pers ini, Menteri Pemuda dan Olahraga Ario Bimo Nandito Ariotedjo, serta Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi.

Advertisement

Menurut Wapres Ma’ruf, meskipun aturan membolehkan untuk kampanye dan memihak namun dirinya tetap akan netral.

“Soal Presiden saya kira sudah jelas ya, aturannya boleh. Ada yang tidak setuju, ada yang setuju, silakan saja nanti urusannya itu publik saja. Tapi saya sejak awal sudah memposisikan diri untuk bersikap netral, ya, tidak memihak,” jawab Wapres

Wapres menekankan, bahwa dirinya akan tetap netral pada proses pesta demokrasi ini.

“Sejak awal sudah memposisikan diri untuk bersikap netral, ya, tidak memihak. Saya bilang saya netral,” ujar Wapres.

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, kendati demikian, Ia menyatakan bahwa dirinya akan tetap menunjukan sikap netral ke publik di masa kampanye ini.

Advertisement

“Saya sekarang memposisikan saya itu netral. Saya kira tidak ada masalah ya. Ini bukan perbedaan dengan Presiden. Memang Presiden sudah menyatakan seperti itu, dan saya memang tetap netral. Jangan dibilang saya berbeda dengan Presiden itu nanti,” imbuh Wapres.

Menurut Ma’ruf, suara yang akan dia berikan bagi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden pilihannya, adalah hal yang sangat rahasia dan pribadi.

“Perkara nanti pilihan saya, saya akan tuangkan nanti saja pada waktu tanggal 14 Februari dan tidak boleh ada yang tahu. Dan saya bilang itu urusan rahasia saya. Itu urusan hati dan personal,” tambahnya.

Di sisi lain, terkait banyaknya masyarakat yang membawa anak dalam pelaksanaan kampanye, Wapres pun mengimbau agar para orang tua bersikap bijak. Ia mengingatkan, bahwa kampanye bukanlah suasana yang tepat untuk dihadiri oleh anak-anak.

“Yang anak-anak saya kira sudah ada aturannya, sebaiknya semua menyadari. Dan memang bahaya kalau anak-anak dibawa untuk ikut. Kalau terjadi apa-apa itu kan berbahaya. Dan mereka nanti tidak mengerti apa-apa, nanti bisa bikin trauma anak-anak. Sebaiknya jangan diajak di kegiatan-kegiatan politik, kampanye,” imbau Wapres.

Advertisement

Sebelumnya pada Rabu (24/1), Presiden Jokowi menyebut bahwa presiden maupun menteri memiliki hak demokrasi dan politik yang membolehkan mereka untuk ikut kampanye pemilu selama tidak menggunakan fasilitas negara.

Jokowi mengatakan hal itu untuk menanggapi adanya sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju yang masuk sebagai tim sukses untuk mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden peserta Pilpres 2024.

“Hak demokrasi, hak politik, setiap orang. Setiap menteri sama saja, yang paling penting presiden itu boleh lho kampanye, boleh lho memihak. Boleh,” kata Jokowi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu.

Jokowi menjelaskan bahwa jabatan presiden dan menteri merupakan pejabat publik sekaligus pejabat politik. Oleh karena itu, menurut dia, kampanye merupakan hak demokrasi dan hak politik setiap warga negara, termasuk presiden dan para menteri. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca