Connect with us

Politik

Pilpres 2024: Tepis Mahfud Tidak Mendukung, Ganjar Menilai Hak Angkat Paling Pas untuk Kritisi Kecurangan Pemilu

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Capres nomor urut 03 Ganjar Pranowo menilai hak angket paling pas untuk mengkritisi kecurangan Pemilu 2024 dan membantah Cawapres Mahfud Md tidak mendukung

Capres nomor urut 03 Ganjar Pranowo menilai hak angket paling pas untuk mengkritisi kecurangan Pemilu 2024 dan membantah Cawapres Mahfud Md tidak mendukung

FAKTUAL INDONESIA: Calon presiden (Capres) nomor urut 03, Ganjar Pranowo terus mendorong penggunaan hak angkat dalam mengkritisi dugaan kecurangan dalam pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024.

Dalam bagian lain, Ganjar juga menepis isu, pendampingnya dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024, calon wakil presiden (Cawapres) Mahfud Md tidak mendukung penggunaan hak angket.

Ganjar menyatakan, pengunaan hak angkat merupakan hal biasa  yang terjadi di Indonesia untuk dapat mengklarifikasi sebuah permasalahan sehingga dinilai sebagai tindakan yang baik.

“Dengan cara itu, nanti ada data, fakta, saksi, bukti, ahli, dan semuanya bisa dibuka dan publik bisa melihat. Nanti coba siapa yang benar. Jadi angket menurut saya cara yang paling pas,” tuturnya.

Menurut Ganjar, hak angket merupakan cara terbaik untuk saat ini karena dirinya adalah sosok sederhana, simpel, dan serius dalam menanggapi situasi Pemilu 2024.

Advertisement

“Ya kalau saya sebenarnya simpel saja. Angket itu adalah cara terbaik ketika kemudian hari ini kondisi pemilu-nya seperti ini. Kan ada cerita Sirekap (Sistem Informasi Rekapitulasi), kan ada cerita server di Singapura,” kata Ganjar di Gedung TKRPP, Jakarta, Jumat.

Ganjar Pranowo mengusulkan hak angket dan hak interpelasi untuk Pemilu 2024 saat mengadakan rapat bersama tim pemenangan di Jakarta pada 15 Februari 2024.

Dia kembali menyampaikan itu dalam siaran tertulisnya pada 19 Februari 2024. “Jika DPR tak siap dengan hak angket, saya mendorong penggunaan hak interpelasi DPR untuk mengkritisi kecurangan pada Pilpres 2024,” sebut Ganjar dalam siaran tertulisnya itu.

Hak angket merupakan hak DPR RI untuk menyelidiki pelaksanaan suatu undang-undang atau kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan hal penting, strategis, dan berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, yang diduga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

Sejauh ini, usulan Ganjar itu disambut baik oleh PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Namun, untuk partai politik pendukung pasangan calon nomor urut 2, misalnya Partai Golkar dan Partai Demokrat, partai-partai di barisan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menolak usulan tersebut.

Advertisement

Ganjar kemudian mengatakan bahwa pihaknya serius untuk mengajukan hak angket. Bahkan, lanjut dia, PDI Perjuangan sebagai partai pengusungnya telah menyampaikan untuk mengajukan hak angket di DPR RI.

“Sekjen (PDI Perjuangan) sudah menyampaikan kok. Kalau Sekjen itu artinya sudah partai ya,” ujarnya.

Ganjar Pranowo menepis isu Mahfud Md tak mendukung hak angket mengenai penyelenggaraan Pemilihan Umum 2024.

“Tidak, saya kira Anda salah,” ujar Ganjar.

Sebelumnya, Kamis (22/2), calon wakil presiden nomor urut 3 Mahfud Md enggan mengomentari soal hak angket yang diusulkan pasangannya, calon presiden Ganjar Pranowo, mengenai penyelenggaraan Pemilihan Umum 2024.

Advertisement

Mahfud menegaskan bahwa persoalan hak angket bukan urusan pasangan calon, tetapi ranahnya partai politik.

“Saya ndak tahu karena hak angket itu bukan urusan paslon (pasangan calon) ya. Itu urusan partai,” kata Mahfud menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di rumahnya, Jakarta, Kamis.

Dia juga memilih tidak mengurusi persoalan itu. “Saya ndak tahu dan tidak ingin tahu juga,” kata dia.

Mahfud juga mengatakan tidak ada keharusan bagi pasangan calon untuk mengurusi usulan hak angket.

Sementara itu  Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan Adian Napitupulu menjelaskan bahwa partainya solid mengenai hak angket tersebut.

Advertisement

Selain itu, kata dia, komunikasi antara sukarelawan partai pengusung Ganjar-Mahfud Md dan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar juga telah berlangsung.

“Artinya, kesadaran ini sudah mulai nampak di rakyat kita Indonesia, pendukung 01 dan 03. Di bawah juga kita sudah melakukan komunikasi, kita sudah mulai ketemu,” katanya. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement