Connect with us

Politik

Pilpres 2024: Prabowo – Gibran Ingin Sowan? PDIP Ajukan Syarat Berat, Timnas AMIN Mempertanyakan Status

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Capres – Cawapres nomor 02, Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka ingin melakukan pertemuan atau sowan ke kubu lawan-lawannya Capres – Cawapres nomor urut 03, Ganjar Pranowo – Mahfud MD (GAMA) dan Capres – Cawapres nomor urut 01, Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar (AMIN) setelah tercatat memenangkan hitung cepat pemilihan umum presiden (Pilpres) tahun 2024

Capres – Cawapres nomor 02, Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka ingin melakukan pertemuan atau sowan ke kubu lawan-lawannya Capres – Cawapres nomor urut 03, Ganjar Pranowo – Mahfud MD (GAMA) dan Capres – Cawapres nomor urut 01, Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar (AMIN) setelah tercatat memenangkan hitung cepat pemilihan umum presiden (Pilpres) tahun 2024

FAKTUAL INDONESIA: Manuver pasangan calon presiden – calon wakil presiden (Capres – Cawapres) nomor 02, Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka untuk melakukan pertemuan atau sowan ke kubu lawan-lawannya setelah tercatat memenangkan hitung cepat pemilihan umum presiden (Pilpres) tahun 2024 mendapat reaksi berbeda.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mengusung Capres – Cawapres nomor urut 03, Ganjar Pranowo – Mahfud MD (GAMA) mengajukan syarat cukup berat bila Prabowo ingin bertemu.

Sedangkan pihak Tim Nasional (Timnas) Capres – Cawapres nomor urut 01, Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar (AMIN) justru mempertanyakan sowan itu untuk urusan apa dan status Gibran sebagai apa?

PDIP melalui Juru Tim Pemenangan Nasional Ganjar-Mahfud, Aryo Seno Bagaskoro mengajukan syarat cukup berat bagi Prabowo kalau ingin bertemu. Syarat itu antara lain tidak memikirkan kepentingan diri sendiri dan keluarga, tidak mementingkan ambisi diri sendiri atau keluarga tetapi memikirkan kepentingan rakyat.

“Tentu ini satu hal yang baik, karena dari dulu juga PDI Perjuangan ini adalah sebenarnya partai yang terbuka, kami ini partai terbuka, tapi terbuka dengan apa terbuka dengan syarat,” ucap Aryo dalam Sapa Indonesia Pagi KOMPAS TV, Jumat (16/2/2024).

Advertisement

Dia kemudian mengemukakan syarat itu, setiap pihak yang kemudian bertemu adalah pihak-pihak yang memang memikirkan kepentingan bangsa dan negara, tidak memikirkan kepentingan diri sendiri dan keluarga, tidak mementingkan ambisi diri sendiri atau keluarga, mementingkan kepentingan rakyat, tidak hanya mementingkan kepentingan sepertiga kekuatan ekonomi Indonesia.

Selain itu kata  Aryo, Prabowo-Gibran bertemu bukan semata karena hasil Pilpres tapi juga hasil Pileg yang menempatkan PDI-P sebagai partai dengan perolehan tertinggi berdasarkan hasil hitung cepat.

“Kalau melihat kenapa kemudian inisiatif untuk bertemu terjadi, kan kemarin dalam pemilu tidak hanya Pilpres yang terjadi tapi ada pemilihan legislatif. Dan di dalam pemilihan legislatif kemarin kita masih melihat bahwa PDI Perjuangan berdasarkan hasil quick count masih menjadi pemuncak klasemen,” ucap Aryo.

“Kita berhasil mencapai hattrick di dalam hal pemilihan legislatif dan masih menjadi kekuatan yang sangat dominan di legislatif, maka kemudian tidak mengherankan kalau kemudian harus dilakukan pertemuan-pertemuan dalam konteks merajut kebangsaan.”

Namun menurutnya, PDI-Perjuangan berada di luar pemerintahan tidak kalah patriotik dengan yang berada di pemerintahan. PDI-P, kata Aryo, akan mendukung pemerintah jika melakukan kesejahteraan rakyat dan akan mengkritik jika pemerintah dalam kebijakannya melukai rakyat.

Advertisement

“Tugas di luar pemerintahan itu tidak kalah cinta negara, tidak kalah patriotik dengan di dalam pemerintahan,” kata Aryo.

Pertanyakan Keinginan Gibran

Nasional Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) mempertanykan soal keinginan cawapres 02 Gibran Rakabuming Raka yang ingin sowan ke paslon 01 dan 03.

Awalnya, Jubir Timnas AMIN, Mustafa Nahrawardaya, menghormati keinginan Walikota Solo tersebut, tetapi Anies disebut lebih memilih fokus pada perhitungan suara.

“Jadi, tolong hormati pula proses demokrasi sehormat-hormatnya. Bedakan antara urusan keluarga dengan urusan politik. Sowan ini, dalam rangka urusan sosial kekeluargaan atau urusan politik?” kata Mustafa kepada wartawan, Jumat (16/2/2024).

Advertisement

Mustofa mengatakan AMIN mengikuti Pilpres bukan saja tentang menang dan kalah. “Tetapi sekaligus menebarkan nilai demokrasi, termasuk etika dan adab dalam Pemilu,” kata dia.

Karena itulah, Mustafa mengatakan AMIN ingin memberi contoh bagaimana Pemilu itu hajatan nasional yang terhormat. “Urusannya adalah berhadapan dengan regulasi dan nilai-nilai etik,” sebut dia.

Politisi Partai Ummat itu menyebut pemenang Pemilu 2024 belum ditentukan oleh KPU. Karena itulah, keinginan sowan dari Gibran itu dipertanyakan.

“Apakah niat itu sudah dipertimbangkan? Gibran tiba-tiba mau sowan statusnya sebagai apa? Jika sebagai peserta pemilu, silakan tunggu. Jangan sampai mereka mengira data quick count itu resmi. KPU sedang susun proses real count sendiri, seharusnya dihormati Gibran,” katanya.

Mustofa mengatakan Timnas AMIN saat ini fokus untuk mengawal suara. “Lebih parah dari 2019, Pemilu kali ini bau kecurangannya sungguh sangat menyengat. Seharusnya Gibran lebih paham,” pungkas dia.

Advertisement

Sebelumnya, Gibran mengatakan, dirinya ingin bertemu dengan pasangan Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud. Hal ini dikatakan setelah Prabowo-Gibran unggul dalam hasil penghitungan cepat atau quick count.

“Saya ingin sowan ke paslon nomor satu dan paslon nomor tiga, karena sekali lagi bapak, ibu, kita semua bersaudara, kita semua bersaudara,” kata Gibran di acara nobar quick count di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, (14/2/2024). ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement