Connect with us

Politik

Pilpres 2024: Jokowi Makan Bersama Ketum Parpol, Kepanikan atas Gerakan Perubahan AMIN yang Tak Bisa Dibendung

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Asisten Pelatih dan Ketua Dewan Pakar Timnas AMIN, Jazilul Fawaid dan Hamdan Zoelva menanggapi tentang acara makan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Prabowo Subianto, Airlangga Hartarto dan Zulkifli Hasan

Asisten Pelatih dan Ketua Dewan Pakar Timnas AMIN, Jazilul Fawaid dan Hamdan Zoelva menanggapi tentang acara makan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Prabowo Subianto, Airlangga Hartarto dan Zulkifli Hasan

FAKTUAL INDONESIA: Acara makan bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara estafet dengan Prabowo Subianto, Airlangga Hartarto dan Zulkifli Hasan merupakan bentuk kepanikan atas makin menguatnya gerakan perubahan pada persaingan pemilihan umum presiden (Pilpres) tahun 2024.

Jokowi makan malam dengan Prabowo yang Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra, sarapan dengan Airlangga (Ketum Partai Golkar) dan santap siang dengan Zulkifli (Ketum Partai Amanat Nasional).

Memang acara makan bersama bisa dikemas sebagai pertemuan Jokowi dengan para menterinya karena Prabowo menjabat Menteri Pertahanan (Menhan), Airlangga (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian) dan Zulkifli (Menteri Perdagangan).

Tetapi banyak yang memperkirakan dalam makan bersama itu Jokowi juga membicarakan kontestasi Pilpres 2024 karena Prabowo sebagai calon presiden (Capres) nomor urut 02. Apalagi Prabowo berpasangan dengan calon wakil presiden (Cawapres) Gibran Rakabuming Raka yang putra dari Jokowi sendiri.

Dalam persaingan Pilpres 2024, duet Prabowo – Gibran bersaing dengan pasangan Capres – Cawapres nomor urut 01 Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar (AMIN) dan Capres – Cawapres nomor 03, Ganjar Pranowo – Mahfud MD (GAMA).

Advertisement

Visi misi dan program Prabowo – Gibran mengusung tagline melanjutkan apa yang telah dilaksanakan Jokowi. Sedangkan AMIN mengusung tagline perubahan serta GAMA mengedepankan peningkatan dan perbaikan.

Asisten Pelatih Tim Pemenangan Nasional Anies-Muhaimin (Timnas AMIN) Jazilul Fawaid menilai, acara Jokowi makan bersama sejumlah Ketum partai di Koalisi Indonesia Maju merupakan bentuk kepanikan atas gelombang gerakan perubahan yang tak bisa dibendung.

Jazilul Fawaid yakin Jokowi sudah menerima laporan bahwa gerakan perubahan semakin kuat di tengah kontestasi Pilpres 2024.

Seperti pantuan media online laporan antaranews.com disebutkan, Jazilul Fawaid menilai Presiden memiliki aparat yang menyampaikan laporan-laporan terkait kondisi gerakan perubahan yang diusung koalisi perubahan dengan Capres – Cawapres Anies – Muhaimin.

“Saya yakin namanya Presiden punya aparat itu yang melaporkan. Bahwa gerakan AMIN (Anies-Muhaimin), lebih kuat. Perubahan, tambah tidak bisa dibendung,” kata Jazilul di NasDem Tower, Jakarta, Selasa.

Advertisement

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu pun tak menampik bahwa tak ada larangan seorang presiden bertemu dengan ketua umum partai.

Namun dia pun berharap dalam momen makan bersama itu ada hal yang dibahas terkait dengan hal yang lebih produktif.

Menurut Jazilul apabila yang dibahas hanya kepentingan kelompok tertentu, artinya Jokowi tidak bersikap sebagai presiden. Karena menurutnya presiden itu di atas semua kelompok masyarakat.

“Kita ingin berita ya baik soal negara ini pertumbuhan ekonominya kayak apa, gitu kan. Pertumbuhan petani seperti apa, sektor-sektor seperti apa, bukan menu makan siang. Atau menu makan pagi bernama siapa,” katanya.

Mengayomi Semua

Advertisement

Ketua Dewan Pakar Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) Hamdan Zoelva meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk mengayomi semua peserta Pilpres 2024 agar suasana berjalan kondusif.

“Kepala negara harus memberi ketenangan,” kata Zoelva di Jakarta, Selasa, menanggapi komentar Presiden Jokowi setelah debat ketiga Pilpres 2024.

Zoelva mengatakan bahwa sebagai Kepala Negara, Presiden Jokowi dapat mengayomi semua calon presiden dan wakil presiden peserta Pilpres 2024.

Hal itu, kata Zoelva agar kontestasi lima tahunan tersebut dapat berjalan dengan damai, meskipun ada ketegangan yang tidak mungkin dapat dihindarkan.

“Bagaimanapun kami berharap sebagai Presiden bisa mengayomi semuanya,” tuturnya.

Advertisement

Sementara itu, Anggota Dewan Pakar Timnas AMIN Laksda TNI Purn Achmad Djamaludin mengatakan kecendrungan Presiden Jokowi kepada paslon nomor urut 2 merupakan hal yang wajar.

“Otomatis karena pak Jokowi putranya menjadi cawapres, tentunya mau netral kayak apa pun tetap ada perasan sebagai bapak, membela anaknya. Jadi itu wajar-wajar saja kalau kita,” ujarnya. ***

Lanjutkan Membaca