Connect with us

Politik

Pilpres 2024: Dugaan Korupsi 12 Jet Tempur Mirage 2000-5, Capres Prabowo Ditantang Berani Bersumpah dan Diminta Klarifikasi

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto dan Pengamat Militer dam Pertahanan Connie Rahakundini Bakrie menantang Capres Prabowo Subianto melakukan sumpah dan klarifikasi soal dugaan korupsi 12 jet tempur Mirage 2000-5

Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto dan Pengamat Militer dam Pertahanan Connie Rahakundini Bakrie menantang Capres Prabowo Subianto melakukan sumpah dan klarifikasi soal dugaan korupsi 12 jet tempur Mirage 2000-5

FAKTUAL INDONESIA: Calon presiden (Capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto ditantang untuk berani melakukan sumpah dan juga klarifikasi soal isu pengusutan lembaga anti korupsi Uni Eropa (GRECO) terkait pembelian 12 pesawat tempur Mirage 2000-5 yang sudah batal namun dana fee sudah diberikan sebesar USD 20 juta.

Tantang bersumpah untuk Prabowo itu disampaikan oleh Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto.

Sedangkan permintaan klarifikasi dari Prabowo dilontarkan oleh Pengamat Militer dam Pertahanan Connie Rahakundini Bakrie.

Dalam pantauan media online, seperti dilansir JPNN.com,  Hasto Kristiyanto menantang Menhan Prabowo Subianto berani bersumpah tidak menerima persekot dari rencana Kementerian Pertahanan (Kemenhan) membeli jet tempur Mirage 2000-5 dari Qatar. Tantangan itu guna merespons petinggi Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka (TKN Prabowo-Gibran) yang menganggap informasi soal capres dari Koalisi Indonesia Maju tersebut menerima persekot dari rencana pembelian Mirage 2000-5 merupakan kabar bohong alias hoaks.

Elite PDIP yang juga sekretaris Tim Pemenangan Nasional Ganjar Pranowo – Mahfud Md (TPN Ganjar-Mahfud) itu pun mencontohkan sumpah yang mungkin bisa diucapkan Prabowo. “Misalnya, saya bersumpah di hadapan Tuhan Yang Mahakuasa, Allah SWT, di hadapan seluruh rakyat Indonesia dan demi konstitusi negara rakyat serta undang-undang, bahwa saya tidak menerima dana sebesar apa pun suatu rupiah sekali pun dari pengadaan alutsista,” kata Hasto di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Jakarta Pusat, Minggu (11/2/2024).

Advertisement

Peraih gelar doktor ilmu geopolitik dari Universitas Pertahanan (Unhan) itu juga menyarankan agar Prabowo memberikan klarifikasi langsung soal kabar miring di balik rencana pengadaan alutsista tersebut. Alumnus Universitas Pertahanan (Unhan) itu mengatakan informasi persekot sebaiknya diklarifikasikan langsung oleh Prabowo bukan melalui TPN dengan cap hoaks.

“Karena itu (berita miring) ditujukan langsung kepada Pak Prabowo, bahkan beredar di sosial media suara-suara yang diduga mirip Pak Prabowo, sebaiknya beliau membantah langsung,” imbuh Hasto.

Politikus asal Yogyakarta itu menambahkan publik akan lebih percaya jika Prabowo mengucap sumpah tersebut di hadapan rakyat. Hasto meyakini sumpah tersebut juga akan membuat eks Danjen Kopassus itu dianggap sosok kesatria.

Hasto Kristiyanto menyarankan Menhan Prabowo Subianto membuat sumbah berkaitan heboh rencana pembelian jet tempur Mirage 2000-5 dari Qatar. “Itu (bersumpah) lebih gentleman. Itu kalau berani,” kata Hasto.

Terbesar Sebelumnya, kabar yang beredar di dunia maya melalui laman agregator Meta Nex menyebut Prabowo sedang diselidiki oleh The Group of States Against Corruption (GRECO) atau Kelompok Negara Melawan Korupsi. GRECO merupakan badan pemantau antikorupsi Uni Eropa yang bermarkas di Strasbourg, Prancis.

Advertisement

Dalam pemberitaan berjudul Indonesia Prabowo Subianto EU Corruption Investigation itu, penulis artikel tersebut membeber kongkalikong di balik rencana Kemenhan RI membeli 12 Mirage 2000-5 bekas dari Qatar. Harga per unit pesawat bekas itu dibanderol USD 66 juta sehingga totalnya mencapai USD 792 juta. Namun, penulis artikel itu menyebut Prabowo menerima komisi 7 persen dari nilai total pengadaan. Selanjutnya, Prabowo disebut menerima persekot USD 20 juta dari total komisi sebesar USD 55,4 juta. Konon persekot itu diserahkan kepada Prabowo di dalam jet pribadi di Doha, Qatar.

Namun, Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik Menhan Dahnil Anzar Simanjuntak membantah berita itu. Menurut dia, berita itu merupakan pembusukan politik terhadap Prabowo. Juru bicara Prabowo itu juga menyebut isi berita tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Upaya menebar fitnah dari luar negeri,” ucapnya

Klarifikasi Langsung

Sementara itu  Pengamat Militer dam Pertahanan Connie Rahakundini Bakrie meminta kepada Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto untuk segera klarifikasi soal isu pengusutan lembaga anti korupsi Uni Eropa (GRECO) terkait pembelian 12 pesawat tempur Mirage 2000-5 yang sudah batal. Namun ada informasi mengenai dana fee yang sudah kadung diterima sebesar USD 20 juta.

Advertisement

Connie mengatakan hal itu saat ditanya wartawan mengenai beredarnya artikel ditulis oleh Jhon William yang diunggah di websiter Meta Nex dan MSN.

“Sekali lagi kita menuntut saja sekarang untuk mengklarifikasi sendiri mungkin Pak Prabowo Subianto dipertanyakan. Karena di berita yang beredar itu dan diplomatic paper yang kita terima dan kawat yang kita terima adalah sekitar 40 persen dari komisi sudah diterima beliau di Qatar dengan dibawa jet pribadi,” kata Connie, dalam keterangannya, Sabtu (10/2/2024).

Jubir Menhan Bilang Pengusutan Dugaan Fee Pembelian Jet Mirage Oleh Uni Eropa Hoaks

Bagi Connie, hal itu yang paling mungkin dilakukan. Semua tahu bahwa rencana pengadaan Mirage bekas itu sudah batal. Namun walau sekarang sudah batal, European Investigative Order (EIO) takkan berhenti karena ada dugaan penggelapan maupun mark up.

“EIO ini sangat correct terhadap kasus-kasus seperti ini. Jadi alutsista itu sangat hati-hati, jadi masalah ada penggelapan, ada mark up, itu sangat hati-hati,” ucap Connie.

Advertisement

“Masalahnya sekarang ada dokumen bocor dari Ceko, setahu saya kan begitu, bahwa dokumen itu bocor kemudian terdeteksi. Setahu saya lagi EIO sudah mengirimkan ke kawat Kedutaan Besar di Jakarta mempertanyakan. Jadi sekarang yang dalam bahaya adalah EIO itu akan membongkar pasti, kenapa urutannya apa, apalagi kalau kita baca dokumennya,” sambungnya.

Disisi lain, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budi Djiwandono mengungkapkan isu yang mengarah pada calon presiden (capres) Prabowo Subianto soal dugaan korupsi dirinya dibantah habis. Menurut Budi isu tersebut adalah kabar bohong semata.

“Sudah jelas dari TKN posisinya. Kami melihat sekali lagi ada upaya pihak tertentu menyebarkan hoaks dan fitnah,” kata Budi di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) saat kampanye akbar Prabowo-Gibran, Sabtu (10/2/2024). ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca