Connect with us

Politik

Pilpres 2024: Berani, Disiplin dan Tegas jadi Sosok Capres yang Diinginkan Pemilih

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Dari berbagai hasil survei belum terlihat siapa sosok capres yang berpeluang besar memenangkan Pemilu 2024

Dari berbagai hasil survei belum terlihat siapa sosok capres yang berpeluang besar memenangkan Pemilu 2024

FAKTUAL-INDONESIA: Pemilih saat ini menginginkan calon presiden (Capres) ) yang berani, disiplin, dan tegas pada Pemilu 2024.

Selain sosok berani, disiplin dan tegas, pemilih juga menginginkan Capres yang merakyat dan baik.

Keinginan pemilih pada sosok Capres berani, disiplin dan tegas itu berdasarkan hasil survei dari Parameter Politik Indonesia pada 15—29 Juni 2022.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menyebutkan 9,7 persen responden menginginkan sosok yang berani, disiplin dan tegas.

“Motif ini mendapatkan posisi yang signifikan,” ujar Adi dalam acara daring rilis hasil survei nasional Peta Politik Terkini Jelang Pemilu Serentak 2024 yang dipantau di Jakarta, Selasa.

Advertisement

Hasil survei juga menunjukkan sebanyak 9 persen responden menginginkan sosok capres yang merakyat. Sebanyak 8,4 persen responden lainnya menginginkan sosok capres yang baik.

“Ini merupakan tiga hal penting yang sebenarnya menghinggapi benak para pemilih yang kami simpulkan sebagai preferensi psikologis pemilih,” kata Adi.

Seperti dipantau dari media antaranews.com, hasil survei juga menunjukkan aspek preferensi rasional pemilih yang melihat pada kinerja dan kepemimpinan sosok capres.

Sebanyak 16,9 persen responden cenderung memilih sosok capres dengan kinerja yang telah terbukti. Responden 7,2 persen akan memilih sosok capres yang memiliki kepemimpinan baik dan 3,3 persen responden lainnya memilih sosok yang bisa memimpin Indonesia.

Adi Prayitno mengatakan bahwa hasil survei menempatkan preferensi psikologis pemilih di peringkat pertama sebesar 52,7 persen. Adapun preferensi rasional pemilih di posisi kedua sebesar 30,1 persen.

Advertisement

Preferensi sosiologis pemilih yang cenderung memilih sosok capres berdasarkan suku dan agama hanya mencapai 2,2 persen.

Hasil survei menyimpulkan bahwa basis pemilih saat ini lebih cenderung melihat preferensi psikologis sosok capres, lalu melihat preferensi rasional melalui kinerja sosok capres.

Survei dari Parameter Politik Indonesia pada tanggal 15—29 Juni 2022 dengan responden adalah penduduk yang sudah berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.

Sampel sebanyak 1.200 responden diambil dengan metode simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode telepolling gunakan kuesioner yang dilakukan oleh enumerator terlatih sebagai akibat dari kondisi kasus COVID-19 yang mulai ada peningkatan di beberapa daerah.

Adapun tingkat kepercayaan (significant level) survei ini adalah 95 persen dengan margin of error sebesar 2,9 persen.

Advertisement

Posisi Cawapres

Adi Prayitno mengatakan pemilihan calon wakil presiden (cawapres) menentukan elektabilitas pasangan calon presiden (capres) pada Pemilu 2024.

“Elektabilitas capres-capres saat ini belum ada yang mencapai angka psikologis, yakni 40 persen,” ujar Adi.

Dia mengatakan bahwa hasil survei Parameter Politik Indonesia yang dilakukan pada 15-29 Juni 2022 menunjukkan rata-rata elektabilitas beberapa sosok yang dianggap capres berada di angka 20 sampai dengan 30 persen.

Pemilihan pasangan cawapres menjadi variabel penting dalam menentukan sosok capres yang berpeluang untuk memenangkan kontestasi Pemilu 2024.

Advertisement

Adi mengatakan bahwa kesalahan dalam memilih pasangan cawapres akan membuat capres agak berat untuk memenangkan kontestasi Pemilu 2024.

Dalam kesempatan terpisah pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin mengatakan pemilihan posisi cawapres penting bagi capres saat berlaga pada Pemilu 2024.

“Posisi cawapres berperan sebagai figur atau karakter untuk menutupi kekurangan karakter atau mendongkrak elektabilitas yang dimiliki pasangan capresnya,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta.

Contohnya Presiden Joko Widodo memilih K.H. Ma’ruf Amin sebagai pasangan cawapresnya untuk menutupi kekurangan dalam isu agama pada Pemilu 2019.

Peluang para capres yang berlaga tergantung pada pasangan cawapres yang dipilih saat Pemilu 2024, papar dia.

Advertisement

Ujang mengatakan saat ini para tokoh politik masih mempromosikan diri kepada masyarakat sebagai capres potensial untuk Pemilu 2024. Belum terlihat siapa sosok capres yang berpeluang besar memenangkan Pemilu 2024. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement