Connect with us

Politik

Pilpres 2024: Airlangga Capres Teratas yang Mengerti Banyak Pengelolaan Ekonomi Nasional

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang Menko Perekonomian,  Capres paling paham urusan ekonomi

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang Menko Perekonomian, Capres paling paham urusan ekonomi mengungguli Prabowo Subianto, Anioes Baswedan dan Ganjar Pranowo

FAKTUAL-INDONESIA: Masyarakat berharap presiden yang terpilih dari Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 merupakan orang yang paham ekonomi. Pasalnya, tantangan yang dihadapi Presiden dan Wakil Presiden hasil Pemilu  2024 tidaklah ringan karena menghadapi ketidakpastian global dan tetap adanya  ancaman terhadap komoditas Indonesia dari negara-negara lain seperti Uni Eropa.

Untuk itu menurut mayoritas masyarakat, Indonesia perlu pemimpin yang punya pengetahuan baik soal ekonomi agar mampu menghadapi tantangan tersebut dengan baik.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) membuktikan, Airlangga Hartarto yang Menteri Koordinator Bidang Ekonomi dan Ketua Umum Partai Golkar menjadi pilihan nomor satu karena dinilai responden paling mengerti banyak mengenai pengelolaan ekonomi nasional.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) Heru Suyatno saat memaparkan hasil surveinya, Kamis (6/7/2023) menyatakan,  tantangan lima tahun ke depan itu sangat berat.

Ini membuat dia melakukan survei mengenai sosok potensial calon presiden (capres) yang menguasai persoalan ekonomi.

Advertisement

Survei ini dilakukan pada tanggal 10 hingga 24 Juni 2023 di 34 provinsi dengan menggunakan metode multistage random.

Responden berjumlah 2.088 orang yang memiliki hak pilih pada Pemilu 2024. Hasil penelitian ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sebanyak kurang lebih 2,1 persen.

Hasil survei menunjukan 89,7 persen respoden berharap presiden yang terpilih dari Pemilu 2024 merupakan orang yang paham ekonomi dan peningkatan pembukaan lapangan kerja.

Dari survei itu Airlangga Hartarto menjadi pilihan nomor satu atau teratas sebagai Capres yang paham ekonomi.

Airlangga dari hasil survei  dinilai oleh 61,9 persen sebagai Tokoh Bakal Capres yang paling mengerti banyak mengenai pengelolaan ekonomi nasional, dan sebanyak 12,8 persen responden menilai Prabowo Subianto mengerti mengelola perekonomian, sementara hanya sebanyak 6,4 persen responden yang menilai Ganjar Pranowo mengerti pengelolaan ekonomi , kemudian Anies Baswedan sebanyak dinilai oleh 4,7 persen responden mengerti ekonomi selebihnya sebanyak 14,2 persen tidak memberikan penilaian

Advertisement

Hasil survei menunjukan jika pemilihan presiden digelar hari ini dengan disodorkan nama nama tokoh bakal calon presiden pada kertas quisioner maka hasilnya nama Airlangga dipilih oleh sebanyak 41,7 persen responden kemudian diurutan kedua nama Prabowo dipilih 20,2 persen dan Ganjar 9,3 persen, kemudian Anies Baswedan 5,4 persen dan sisanya 23,4 memilih tokoh lainnya dan tidak memilih.

Hasil survei menunjukan bahwa sebanyak 87,9 persen responden menyatakan puas dengan kinerja bidang perekonomian nasional, 60,8 persen puas dengan kinerja bidang kesejahteraan sosial, 70,9 persen puas pada kinerja bidang penegakan hukum dan 72,9 persen puas pada bidang keamanan nasional dan s 67,2 persen puas dengan bidang pendidikan dan 68,2 puas dengan bidang kesehatan.

Hal inipun senada dengan keinginan para pelaku usaha dimana Pengusaha Besar Indonesia Bakal Pilih Capres yang Memiliki Kriteria paham tentang ekonomi dan Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan dinilai kurang menguasai banyak masalah ekonomi. Padahal salah satu syarat dari capres yang akan mereka pilih pada Pilpres 2024 adalah merupakan orang yang paham ekonomi.

Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang juga seorang pengusaha senior Sofjan Wanandi menilai mereka bertiga tidak mengerti banyak mengenai pengelolaan ekonomi.

“Karena tantangan kita lima tahun ke depan itu sangat berat dan melihat adalah ekonomi, melihat apa yang terjadi di global, melihat apa yang terjadi di dalam negeri dan dalam pemilu,” kata Heru Suyatno.

Advertisement

Dia menyatakan, ekonomi masih jadi tantangan di masa depan dimana menurut penilaian mayoritas responden hal tersebut bukannya tanpa alasan sebab masyarakat meyakini persoalan ekonomi masih menjadi tantangan dalam kurun waktu lima tahun mendatang akibat belum pulihnya ekonomi nasional dan dunia akibat pandemik covid 19.

Untuk itu menurut mayoritas masyarakat, Indonesia perlu pemimpin yang punya pengetahuan baik soal ekonomi agar mampu menghadapi tantangan tersebut dengan baik.

Golkar Unggul

Dalam bagian lain, hasil survei menunjukan jika pemilu digelar hari maka Golkar menjadi partai politik yang paling tinggi tingkat keterpilihan dimana sebanyak 20,8 persen responden memilih Golkar dan sebanyak 16,2 persen memilih Gerindra dan sebanyak 15,7 persen memilih PDI Perjuangan.

Setelah itu, sebanyak 9,8 persen memilih Demokrat , 6,4 persen memilih PKB, 5,3 persen memilih PKS, 4,6 persen memilih Perindo, 3,3 persen memilih Nasdem, 2,8 memilih PPP dan 2,1 persen memilih PAN dan gabungan parpol lainnya dipilih sebanyak 6,2 persen dan tidak memilih sebanyak 6,8 persen.

Advertisement

Hasil survei juga menunjukan bahwa kampanye para relawan bakal calon presiden oleh relawan dan tokoh bakal capres, ternyata hanya 5,7 persen responden yang terpengaruh akan memilih tokoh yang dikampanyekan oleh relawan dan tokohnya sendiri, sementara sebanyak 80,9 persen sangat tidak mempengaruhi pilihan responden saat hari pencoblosan nanti dengan alasan kampanye yang dilakukan relawan dan tokohnya tidak punya kualitas dan provokatif menuju pada polarisasi di masyarakat. dan 13,4 persen tidak memberikan pendapat nya. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement