Politik
Pertumbuhan Ekonomi Tetap Tinggi, Investasi Meningkat, Presiden Prabowo Minta Terus Kerja Keras Atasi Penggangguran

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pengantar dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Oktober 2025. (BPMI Setpres)
FAKTUAL INDONESIA: Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025), yang bertepatan dengan satu tahun menjabat sebagai Presiden, menyampaikan capai-capaian positif pemerintahannya.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia berhasil menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang kuat di angka 5 persen meski ditengah situasi ketidakpastian dunia.
Selain itu Kepala Negara memaparkan sejumlah capaian penting pemerintah dalam bidang investasi, penciptaan lapangan kerja, dan pariwisata.
Namun Prabowo mengingatkan capaian-capaian positif dan penting itu tidak boleh membuat berpuas diri. Apalagi Prabowo mengingatkan, angka penggangguran meskipun menurun namun cukup besar. Karena itu Prabowo meminta bekerja keras memikirkan masalah ini dengan seksama.
Baca Juga : Anggota DPR Tak Habis Pikir Pertumbuhan Ekonomi Versi BPS Terkerek Naik padahal Kehidupan Rakyat Susah
Hal itu ditegaskan Prabowo ketika memaparkan capaian sisi kesejahteraan rakyat. Prabowo menyampaikan bahwa tingkat kemiskinan nasional menurun menjadi 8,47 persen dan merupakan angka terendah sepanjang sejarah Indonesia. Tidak hanya itu, dia menjabarkan bahwa tingkat pengangguran terbuka juga turun menjadi 4,76 persen dan menjadi angka terendah sejak krisis 1998.
“Sekali lagi kita tidak boleh puas karena 4,76 persen dari 287 juta orang itu angka yang cukup besar dan bagi mereka yang perlu pekerjaan segera ini sesuatu yang harus kita pikirkan dengan seksama. Kita paham bahwa tingkat pengangguran ini sangat meresahkan bagi mereka yang sangat butuh pekerjaan, kita paham karena itu kita bekerja keras,” kata Presiden Prabowo seperti dilansir BPMI Setpres.
Jangan Dianggap Remeh
Dalam pengantarnya, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia berhasil menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang kuat, meski ditengah situasi ketidakpastian dunia.
“Di tengah kondisi seperti ini di mana keadaan geopolitik begitu tidak menentu, geoekonomi pun tidak menentu, di mana mata rantai komoditas-komoditas strategis pasti terpengaruh oleh keadaan geopolitik dunia yang tidak menentu. Energi, pangan sangat rawan terhadap ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi ini. Alhamdulillah kita mampu menjaga pertumbuhan ekonomi masih tetap tinggi dibandingkan seluruh dunia, kita berada di 5 persen,” ucap Prabowo.
Baca Juga : Ini 6 Paket Stimulus Pemerintah, Menko Airlangga: Untuk Jaga Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II di Kisaran 5%
Dia juga menyoroti keberhasilan pemerintah dalam menjaga defisit APBN di bawah 3 persen dari PDB, serta mengendalikan inflasi di kisaran 2 persen dan menjadi salah satu yang terendah di antara negara G20. Menurut Prabowo, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran pemerintah dalam memantau dan mengendalikan inflasi.
“Ini jangan dianggap remeh. Banyak negara dengan industri bagus tapi inflasinya tinggi. Kita justru berhasil menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar,” katanya.
Selain itu, Prabowo mengapresiasi capaian pasar modal nasional yang mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) menembus angka 8 ribu. Capaian ini, menurut Prabowo, mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kuat.
“Yang penting fundamental ekonomi kita harus kuat dan fundamental ekonomi setiap bangsa yang paling asasi adalah pangan dan energi, dan air. Asal kita sadar ini, kita fokus ini, kita yakinkan kebijakan-kebijakan, kita menjamin, kita mampu memproduksi dan distribusi pangan dengan baik, dengan efisien energi juga demikian mampu mengelola air kita kuat,” ujarnya.
Baca Juga : Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuat dan Stabil di 2024, Kata Sri Mulyani
Pengemudi Ojol Terjamin
Dalam bagian lain Presiden Prabowo memaparkan sejumlah capaian penting pemerintah dalam bidang investasi, penciptaan lapangan kerja, dan pariwisata. Presiden menegaskan bahwa berbagai program strategis pemerintah berhasil memperkuat daya saing ekonomi nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Prabowo menjelaskan bahwa realisasi investasi sepanjang Januari hingga September 2025 mencapai Rp1.434 triliun. Angka ini meningkat 13,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan menghasilkan 1,9 juta lapangan pekerjaan.
“Jadi target investasi tercapai bulan September yang lalu. Ini saya kira suatu prestasi juga menunjukkan bahwa iklim investasi kita masih diminati oleh banyak negara,” ucap Prabowo.
Selain investasi, Kepala Negara menyoroti dampak besar dari program makan bergizi gratis (MBG) yang turut menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah. Program ini, menurut Prabowo menggandeng hampir 18.895 UMKM, koperasi, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam rantai pasok bahan pangan.
Turut disebutkan bahwa program MBG telah mendapatkan apresiasi dari Rockefeller Institute karena membawa dapak yang besar terhadap perekonomian. “Dia katakan satu dolar yang dikucurkan untuk program MBG ini, return-nya, dampaknya itu, return-nya itu hitungan mereka antara lima kali, lima dolar sampai nanti di ujungnya 37 dolar. Anda bisa bayangkan. Lima kali menurut dia minimal dampak ekonominya,” katanya.
Baca Juga : Satu Tahun Prabowo-Gibran : Kita Telah Bekerja Keras dan Hasilnya Dirasakan Rakyat
Dalam bidang ketenagakerjaan, Prabowo menyampaikan peningkatan upah minimum provinsi sebesar 6,5 persen, tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah turut memberikan perhatian kepada para pekerja sektor informal, termasuk 4 juta pengemudi ojek daring yang kini untuk pertama kalinya menerima bonus Hari Raya.
“Sekarang kita sedang diskusi terus sama perusahaan-perusahaan terbesar, ojol untuk kita cari pelayanan terbaik untuk pengemudi ojol ini, kemudian efisiensi sehingga tidak terjadi suatu persaingan yang saling merugikan. Tapi kita ingin supaya lapangan kerja ojol ini, pengemudi ojol ini terjamin,” ujarnya.
Sementara itu, dalam bidang pariwisata, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia mencatat kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 12 persen menjadi 14,8 juta kunjungan pada tahun 2025. Capaian ini diperkuat dengan prestasi 33 hotel dan resor Indonesia yang memperoleh pengakuan bintang Michelin.
“Satu bintang minimal, ini sangat penting di bidang pariwisata. Berarti kelas kita adalah kelas teratas di dunia dengan penghargaan dari Michelin itu. Jumlah wisatawan kita satu tahun terakhir naik 12 persen menjadi 14,8 juta kunjungan. Saya kira ini perlu juga kita bangga,” ucapnya.