Politik

Omicron: Jakarta Tidak Menunda PTM, Jabar Aman, Luhut Tunggu 30 Persen

Published

on

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan terus memantau serangan varian omicron

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan terus memantau serangan varian omicron

 

FAKTUAL-INDONESIA: Omicron, varian baru virus corona (Covid-19) yang tinggi daya menularnya, makin hari makin bertambah di Indonesia. Bahkan sudah memasuki sekolah saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dibuka 100 persen.

Omicron masuk sekolah terjadi di Jakarta yang secara total terinfeksi 537 kasus. Tetangga Jakarta, Jawa Barat mencatat 14 kasus omicron. Sedangkan di Indonesia tercatat sampai Selasa (12/1/2022) berjumlah 802 kasus.

Menghadapi kondisi itu Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menyatakan PTM tetap dengan kapasitas 100 persen. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menegaskan daerahnya masih aman. Untuk tingkat nasional, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan masih menunggu tingkat hunian sampai 30 persen baru Indonesia siaga omicron.

“Sementara masih dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang ada. Sejauh ini Pemprov DKI Jakarta masih memenuhi syarat dilaksanakan PTM 100 persen terbatas,” kata Wagub Jakarta Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Selasa malam, terkait ditemukannya seorang siswa SMAN 71 Duren Sawit, Jakarta Timur, terpapar varian Omicron.

Advertisement

Meski demikian, mantan anggota DPR tersebut mengatakan, evaluasi tentu terus dilakukan untuk memantau jalannya proses PTM 100 persen di Jakarta.

“Setiap hari, setiap minggu, dua minggu, sebulan terus kita evaluasi dari internal sampai berjenjang ke tingkatan atas,” kata Riza.

Riza, seperti dipantau dari media antaranews.com, menyebutkan segala masukan dan saran dari warga hingga asosiasi wali murid menjadi pertimbangan Pemprov DKI Jakarta dalam melanjutkan kegiatan PTM yang saat ini masih memenuhi persyaratan sebagaimana diamanatkan dalam SK Bersama 4 menteri.

Terlebih, kata dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak bisa serta merta menutup ribuan sekolah karena ada temuan kasus positif COVID-19 ataupun Omicron di satu sekolah. Namun Pemprov DKI Jakarta akan menghentikan sementara proses PTM di sekolah yang ditemukan kasus COVID-19.

“Ada kasus satu, dua tidak berarti menunda semua PTM. ‘Treatment’-nya seperti yang kita ketahui ditutup untuk sementara (sesuai SKB). Kemudian di Jakarta sekolahnya ribuan. Masa’ ditemukan kasus di satu dua sekolah, terus menutup ribuan sekolah. Semua kan diskrining setiap sekolah,” katanya.

Advertisement

PTM di SMAN 71 Duren Sawit, Jakarta Timur, dihentikan sementara setelah ada temuan ibu dan anak di Jatinegara, Jakarta Timur, terkonfirmasi positif COVID-19 varian Omicron.

Meski demikian, Lurah Cipinang Cempedak Abdul Muin menepis siswa tersebut terpapar Omicron karena penularan di sekolah. Terlebih ibu dan anak tersebut memiliki riwayat perjalanan ke luar kota.

Abdul menuturkan ibu dan anak itu pada 3 Januari lalu sempat menyambangi sekolah untuk mengambil rapor. Namun keduanya tidak berinteraksi dengan warga maupun tamu sekolah.

Karena merasakan gejala COVID-19, akhirnya ibu dan anak itu dites PCR COVID-19 pada 4 Januari. Setelah dinyatakan positif COVID-19, dilanjutkan dengan pemeriksaan “whole genome sequencing” (WGS) untuk mengetahui jenisnya.

Setelah hasil WGS keluar, ibu dan anak itu dinyatakan positif terpapar Omicron.

Advertisement

Aman Terkendali

Sementara itu Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil memastikan wilayahnya masih aman meskipun ada 14 orang positif terinfeksi COVID-19 varian Omicorn.

“Sementara aman terkendali, warga Jabar ini ada 50 juta orang, yang terpapar Omicron terdeteksi 14 orang ber-KTP Jabar, jadi masih aman,” kata Ridwan Kamil ke SMKN 1 Kota Bogor, Selasa.

Ridwan Kamil meminta semua pihak memastikan penyebaran virus tersebut terkendali, setiap daerah yang ada di wilayah Jawa Barat perlu melakukan 3T (testing, pelacakan dan penanganan) bagi warga yang terpapar. Apalagi jika ada warga yang baru saja datang dari luar negeri.

Hal itu karena Omicorn lebih cepat menular meskipun daya fatalitasnya tidak separah varian Delta.

Advertisement

“Pintu pertamanya mengantisipasi warga yang diketahui ada perjalanan dari luar negeri. Mudah-mudahan dengan kewaspadaan kita Omicron ini bisa kita kendalikan lebih baik,” ucap Emil.

Ia menyampaikan saat ini 14 warga Jabar yang terpapar COVID-19 varian Omicron sudah menjalani perawatan secara intensif.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat menyatakan saat ini mereka sedang menjalani perawatan di RSDC Wisma Atlet Jakarta dan RSUD Al Ihsan Baleendah, Kabupaten Bandung.

Sebanyak sepuluh orang dikarantina di Wisma Atlet Jakarta dan empat orang diduga ada di Kabupaten Bandung.

“Sekarang sedang kita tracing, tapi kita yakinkan semuanya datang dari perjalanan luar negeri. Apakah yang Kabupaten Bandung ini salah satunya kita duga pulang dari luar negeri, nah sekarang sedang kita telusuri,” katanya.

Advertisement

Kompak dan Tidak Panik

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah Indonesia akan masuk kondisi siaga utama atau high alert saat tingkat keterisian rumah sakit mencapai 20-30 persen.

Oleh karena itu, pemerintah akan memantau secara ketat perkembangan kasus Omicron di Tanah Air serta segera mengambil langkah antisipasi yang diperlukan.

“Perawatan di RS akan menjadi salah satu indikator utama. Kami akan high alert atau siaga utama ketika BOR (Bed Occupancy Ratio/tingkat keterisian tempat tidur) mendekati 20-30 persen di rumah sakit,” kata Luhut dalam keterangan pers melalui tayangan video yang diterima di Jakarta, Selasa.

Koordinator PPKM Jawa Bali itu mengungkapkan per Selasa, jumlah kasus Omicron mencapai 802 kasus, yang sebagian besar masih disumbangkan oleh pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Dari 537 kasus di Jakarta, 435 kasus di antaranya berasal dari PPLN.

Advertisement

“Oleh karenanya, untuk kesekian kalinya, kami sekali mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian dulu ke luar negeri dalam 2-3 minggu ke depan, untuk menjaga penularan dari luar negeri,” tegasnya.

Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) itu mengemukakan saat ini Omicron telah teridentifikasi di 150 negara dan menimbulkan gelombang baru dengan puncak yang lebih tinggi di berbagai negara dunia.

Indonesia, lanjutnya, bukan tidak mungkin dapat mengalami hal yang sama.

“Namun kita tidak perlu panik, tetapi kita tetap waspada. Karena pengalaman kita menghadapi Delta varian kemarin,” ujarnya.

Luhut menegaskan kondisi Indonesia saat ini jauh lebih siap dalam menghadapi potensi gelombang varian Omicron.

Advertisement

Kesiapan itu didukung oleh tingkat vaksinasi yang sudah lebih tinggi, kapasitas pengetesan dan pelacakan yang jauh lebih tinggi, hingga sistem kesehatan yang jauh lebih siap baik dalam hal obat-obatan, tempat tidur rumah sakit, tenaga kesehatan, oksigen dan fasilitas isolasi terpusat.

Ia kembali mengingatkan semua pihak tetap harus disiplin terhadap protokol kesehatan.

Ia juga meminta semua pihak kompak dan tidak saling menyalahkan.

“Saya berharap kita semua kompak, tidak perlu saling menyalahkan. Karena ini memang sudah tidak bisa dihindari. Tapi kita bisa memitigasi hingga dalam keadaan terkendali atau dampak yang minimal,” katanya

Luhut meminta masyarakat tidak panik.

Advertisement

Ia mengatakan bahwa meski kasus kemungkinan akan meningkat, semua pihak tetap harus waspada dan bekerja sama untuk tetap disiplin.

“Kita harus bersatu padu menghadapi musuh bersama varian Omicron. Karena hanya dengan bersatu, kita bisa mengatasi gelombang baru dan keluar dari pandemi COVID-19 ini,” katanya. ***

Exit mobile version